Berita Pilihan
Nasional

Peringatan Aman Datuk Madjoindo Dorong Pembinaan Talenta dan Penerjemahan Sastra

Redaksi ·

Ilustrasi kegiatan membaca. Ruang baca Perpustakaan Nasional di Jakarta, Januari 2018.
Ilustrasi kegiatan membaca. Ruang baca Perpustakaan Nasional di Jakarta, Januari 2018.
Foto: Davidelit / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 · Dipotong 16:9. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Reading_section_in_the_National_Library_of_Indonesia.jpg

Peringatan 130 tahun Aman Datuk Madjoindo menjadi ruang pembahasan pembinaan penulis muda dan perluasan pembaca sastra Indonesia. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan dukungan terhadap ekosistem sastra melalui program Manajemen Talenta Nasional.

ANTARA melaporkan bahwa dukungan yang dijelaskan mencakup pembibitan sastrawan, penghimpunan talenta, pengakuan internasional, serta penerjemahan karya. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sastra dibahas dari tahap kemunculan penulis hingga kemungkinan karya mereka menjangkau pembaca di luar bahasa asalnya.

Fadli juga menyebut upaya penerjemahan setidaknya 15 karya sastra kontemporer dan enam buku klasik. Namun, laporan tersebut tidak merinci seluruh judul, bahasa tujuan, atau tanggal penerbitan masing-masing buku. Angka itu karena itu perlu dibaca sebagai keterangan tentang upaya penerjemahan yang disampaikan, bukan daftar buku baru yang sudah tersedia untuk dibeli.

Dalam pembahasan mengenai Aman Datuk, Fadli menyinggung cerita Si Doel Anak Betawi yang dikenal luas dan berkembang ke medium sinetron serta film. Keterhubungan sastra dengan medium lain tersebut menjadi contoh bagaimana cerita dapat terus bertemu penonton dan pembaca melalui bentuk penyajian yang berbeda.

Ia berharap karya Aman Datuk dapat dikembangkan lewat kreativitas dan inovasi, termasuk sebagai kekayaan intelektual. Penerjemahan novel ke berbagai bahasa juga disebut sebagai peluang. Harapan tersebut masih berupa arah pengembangan dan tidak sama dengan pengumuman kontrak adaptasi atau penerbitan baru untuk judul tertentu.

Pembahasan turut menempatkan kebudayaan sebagai pengikat masyarakat yang beragam. Fadli menghubungkan kekayaan budaya dengan kemungkinan pengembangan ekonomi budaya, termasuk pemanfaatan cerita dan karya sebagai kekayaan intelektual. Dalam konteks sastra, ruang ini mencakup hubungan antara penciptaan karya, pelestarian, dan penyebaran kepada khalayak.

Ketua Yayasan Aman Datuk Madjoindo Boy Rafli Amar menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam peringatan tersebut. Ia menekankan pelestarian karya, literasi, dan pembangunan karakter sebagai tujuan yang ingin dijaga melalui kegiatan yayasan serta pengenalan kembali warisan sang pengarang.

Kabar terbaru pada peringatan ini adalah penegasan dukungan pembinaan dan penerjemahan sastra. Realisasinya perlu diikuti melalui program, karya, dan akses pembaca yang nantinya diumumkan. Peringatan seorang pengarang sekaligus membuka pembicaraan tentang bagaimana warisan bacaan dapat diteruskan tanpa berhenti sebagai acara seremonial.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5833671/kemenbud-dukung-pemajuan-sastra-lewat-manajemen-talenta-nasional

Foto, kredit, dan hak penggunaan: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Reading_section_in_the_National_Library_of_Indonesia.jpg

Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.

Baca juga