Berita Pilihan
Seni

Delftware, Gerabah Belanda yang Menafsir Ulang Porselen Tiongkok

Redaksi ·

Beaker vase dari De Metaale Pot, Delft, sekitar 1690, salah satu pasangan dalam perangkat hias; koleksi The Met, nomor 2006.309.3. Foto diperkecil tanpa pemotongan.
Beaker vase dari De Metaale Pot, Delft, sekitar 1690, salah satu pasangan dalam perangkat hias; koleksi The Met, nomor 2006.309.3. Foto diperkecil tanpa pemotongan.
Foto: The Metropolitan Museum of Art — domain publik/Open Access. Purchase, Mr. and Mrs. Sid R. Bass Gift, in honor of Mrs. Charles Wrightsman, 2006.

Biru di atas putih sering membuat Delftware disangka porselen Tiongkok. Padahal, keramik Belanda ini menunjukkan bagaimana pengrajin menafsir ulang benda impor dengan bahan dan keterampilan yang mereka kuasai. Kemiripan warna menjadi pintu masuk untuk melihat hubungan antara perdagangan, selera interior, dan perkembangan seni dekoratif.

Salah satu contohnya tersimpan di The Metropolitan Museum of Art: vas tinggi dari pabrik De Metaale Pot di Delft, bertarikh sekitar 1690. Museum mencatat Lambertus van Eenhoorn sebagai direktur pabriknya. Benda setinggi 48 sentimeter ini dibuat dari gerabah berglasir timah, sehingga penyebutan porselen tidak tepat untuk menjelaskan bahannya.

Vas tersebut merupakan salah satu pasangan dalam sebuah garniture, atau perangkat hias. Menurut penjelasan kuratorial The Met, perangkat semacam ini dapat terdiri atas tiga, lima, atau tujuh benda untuk ditempatkan di atas lemari maupun perapian. Artinya, bentuk dan dekorasinya dirancang untuk hadir sebagai bagian dari susunan interior, bukan semata-mata wadah yang berdiri sendiri.

Pada foto koleksinya, permukaan vas dipenuhi rangkaian bunga biru dengan bingkai hias yang lebih padat di bagian atas dan bawah. The Met menjelaskan bahwa palet biru putihnya meniru porselen Tiongkok yang dikagumi di Belanda. Namun, kelompok bunga musim semi pada perangkat ini justru bercorak Eropa: pengaruh dari luar tidak berarti seluruh motifnya disalin begitu saja.

Rijksmuseum menempatkan perkembangan tersebut dalam persaingan pasar abad ke-17. Masuknya porselen Tiongkok mendorong pembuat gerabah Belanda menyempurnakan produknya agar semakin tipis, putih, dan berkilau. Pada pertengahan abad itu, Delft menjadi pusat produksi gerabah penting di Belanda, sehingga nama kotanya melekat pada jenis keramik yang kini dikenal sebagai Delftware.

Kunci penampilannya terdapat pada lapisan permukaan. V&A menjelaskan bahwa penambahan oksida timah membuat glasir tampak putih dan tidak tembus pandang. Permukaan putih itu menyediakan bidang bagi lukisan berwarna. Karena itu, kemiripan visual dengan porselen perlu dibedakan dari jenis badan keramik dan teknik pelapisannya.

Nama Delftware juga tidak selalu menunjuk tempat pembuatan setiap benda. Dalam sejarah ubin berglasir timah yang dibahas V&A, pabrik Inggris kemudian membuat produk sendiri, terutama di London dan Bristol. Ubin buatan Inggris tersebut pun dapat disebut Delftware, dengan teknik, hiasan, dan gaya regional yang berkembang berbeda.

Vas De Metaale Pot memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah gaya dapat dibaca melalui beberapa lapisan sekaligus: bahan gerabah, pilihan warna, motif bunga, serta cara penempatannya di rumah. Benda yang sekilas tampak mengikuti porselen Asia ternyata juga menyimpan keputusan artistik dan kebiasaan interior Eropa.

Sumber:

The Metropolitan Museum of Art — Beaker vase, 2006.309.3: https://www.metmuseum.org/art/collection/search/232092

Rijksmuseum — Delftware: https://www.rijksmuseum.nl/en/collection/node/Delftware--9796684f8d234ce4a661750b1a3a1748

Victoria and Albert Museum — Delftware: tin-glazed earthenware tiles: https://www.vam.ac.uk/articles/delftware-tiles

Foto dan status hak: https://www.metmuseum.org/art/collection/search/232092

Catatan editorial: artikel sejarah seni berdasarkan catatan koleksi dan kajian museum, bukan laporan pameran atau penemuan terbaru. Tanggal sekitar 1690 merujuk pada pembuatan karya; tanggal pemotretan tidak tercantum. Foto domain publik The Met diperkecil tanpa pemotongan atau perubahan warna.

Baca juga