Kementan Bidik Ekspor Perkebunan Didominasi Produk Olahan, Hilirisasi Diperkuat
Redaksi ·

Foto: MayorParis / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 · Dipotong 16:9. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cocoa_beans_on_a_dryer.jpg
JAKARTA — Kementerian Pertanian mendorong agar lebih dari 90 persen ekspor perkebunan Indonesia ke depan berbentuk produk turunan. Dorongan tersebut disampaikan sebagai arah hilirisasi, bukan capaian yang sudah terpenuhi.
Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet membahas rencana itu dalam ICExPO 2026 di Jakarta, Rabu, 4 November. Keterangannya diterbitkan InfoPublik pada Kamis, 5 November 2026.
Alim menyebut sekitar 20–30 persen ekspor perkebunan saat ini masih berupa bahan mentah. Pengolahan lebih lanjut diharapkan menambah nilai komoditas serta memperluas kegiatan usaha.
Tujuh komoditas yang masuk program hilirisasi sejak 2025 ialah tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala. Dukungan hulunya mencakup perluasan, peremajaan, serta rehabilitasi perkebunan.
Pada 2026, pemerintah menyebut pengembangan kawasan kakao seluas 174.000 hektare dan kelapa 151.554 hektare. Program juga membutuhkan benih bermutu, praktik budidaya, dan kesinambungan pasokan.
Kementan menempatkan riset, mekanisasi, serta inovasi pengolahan sebagai bagian dari agenda tersebut. Pelaku industri diharapkan memperkuat investasi dan penyerapan hasil pekebun.
Pembagian peran antara pemerintah, industri, koperasi, dan petani menjadi penentu pelaksanaan. Target ekspor produk olahan tetap memerlukan pembiayaan, pasar, pendampingan, serta kesiapan produksi dari hulu.
Sumber: InfoPublik — https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/996049/kementan-dorong-hilirisasi-perkebunan-bidik-90-persen-ekspor-dalam-produk-olahan
Foto dan lisensi: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cocoa_beans_on_a_dryer.jpg
Catatan redaksi: artikel disusun dari keterangan sumber, bukan wawancara atau peliputan lapangan redaksi. Naskah ini disindikasi ke enam portal berita dengan bahan yang sama. Waktu kejadian dan status rencana mengikuti tanggal yang disebut dalam isi.
Nasional
Ekonomi
Ekonomi
Ketenagakerjaan
Pendidikan
Pangan