SiPongi Catat 215 Hotspot Nasional, Kemenhut Ingatkan Angkanya Bukan Jumlah Kebakaran
Redaksi ·

Foto: Yayasan Asri / Wikimedia Commons · CC BY 4.0 · https://commons.wikimedia.org/wiki/File:After_the_fire_in_Laman_Satong,_Kalimantan_Barat.jpg · Dipotong menjadi 4:3 dan diubah ukuran; isi foto tidak dimanipulasi.
JAKARTA — Pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 215 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 4 November 2026 pukul 21.00 WIB. Jumlah itu bertambah 133 dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 82 titik.
Dalam keterangan yang diterbitkan InfoPublik pada 5 November, Kemenhut menyebut enam provinsi prioritas pengendalian karhutla memiliki 41 hotspot. Kalimantan Tengah mendominasi dengan 37 titik, disusul Kalimantan Selatan tiga dan Jambi satu titik.
Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, serta Riau tidak mencatat hotspot berkepercayaan tinggi pada pemantauan tersebut. Namun, ketiadaan deteksi tidak otomatis berarti seluruh api sudah padam.
Kemenhut menegaskan hotspot adalah indikasi anomali suhu yang terdeteksi satelit. Jumlahnya tidak dapat langsung disamakan dengan banyaknya kebakaran atau luas lahan terbakar.
Pemeriksaan lapangan tetap diperlukan. Di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, kegiatan pemadaman masih berlangsung meski deteksi hotspot berkepercayaan tinggi nihil.
Tim gabungan melanjutkan patroli, pembasahan, penyisiran bara, serta pendinginan sesuai kondisi setempat. Lahan gambut mendapat perhatian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.
Masyarakat dan pelaku usaha diminta tidak membakar lahan. Angka dalam laporan ini merupakan hasil pengamatan pada batas waktu tertentu, sehingga pembacaan perkembangan karhutla perlu menggabungkan pembaruan satelit dan temuan petugas di lapangan.
Sumber: InfoPublik — https://infopublik.id/kategori/bencana/996103/hotspot-karhutla-nasional-naik-menjadi-215-titik-kemenhut-tingkatkan-kewaspadaan
Foto dan lisensi: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:After_the_fire_in_Laman_Satong,_Kalimantan_Barat.jpg https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
Catatan redaksi: artikel disusun dari keterangan sumber, bukan wawancara atau peliputan lapangan redaksi. Naskah ini disindikasi ke enam portal berita dengan bahan yang sama. Waktu kejadian dan status rencana mengikuti tanggal yang disebut dalam isi.
Nasional
Ekonomi
Ekonomi
Ketenagakerjaan
Pendidikan
Pangan