Filigrana Kaca Menyusun Batang Berwarna menjadi Pola dalam Tiupan
Filigrana adalah teknik kaca tiup yang memakai batang kaca bening, putih, atau berwarna untuk membentuk garis di dalam dinding benda. Corning Museum of Glass mencatat gaya ini berkembang di Murano pada abad ke-16 dan kemudian menyebar ke pusat produksi façon de Venise di Eropa.
Pengrajin lebih dahulu menyiapkan batang atau cane bermotif. Batang-batang itu disusun berjajar, dipanaskan hingga menyatu, lalu diambil dengan kaca panas dan dibentuk melalui tiupan serta putaran.
Arah puntiran menentukan hasil visual. Garis dapat tetap sejajar, berubah menjadi spiral, atau bersilang membentuk kisi reticello ketika lapisan-lapisan dipadukan dengan arah berbeda.
Kesulitan teknik bukan hanya menggambar pola. Suhu setiap bagian harus cukup lunak untuk menyatu tetapi tetap terkendali agar garis tidak melebar tidak beraturan, sementara ketebalan dinding dan keseimbangan bentuk dijaga selama peniupan.
Produksi filigrana berlanjut di Murano hingga abad ke-18 dan mengalami kebangkitan pada abad ke-19. Variasi modern menunjukkan teknik dapat diwariskan tanpa membekukan bentuk; pola lama terus dibaca ulang oleh pembuat kaca berikutnya.
Foto pendamping memperlihatkan piala kaca filigree Venesia dari koleksi Museum Nasional di Warsawa; foto diunggah 17 Januari 2017. Gambar dilepas melalui dedikasi CC0 dan hanya diubah ukuran serta format.
Sumber: Corning Museum of Glass, “Filigrana”, https://renvenetian.cmog.org/technique/filigrana ; Corning Museum of Glass, “Objects and Techniques”, https://renvenetian.cmog.org/visual-guide ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Venice_Filigree_glass_goblet.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel warisan, bukan klaim peliputan museum. Foto CC0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Baca juga

Kalteng Dijuluki Bumi Tambun Bungai, Siapa Dua Tokoh yang Kini Jadi Motif Batik?

Api, Tangan, dan Hati di Logo Hari Pahlawan 2026, Apa Hubungannya dengan Surabaya 1945?

Batik Rifaiyah Batang Kini Dijual di Sarinah, Apa Bedanya dengan Batik Lain?
