Digitalisasi 210 Manuskrip Keraton Surakarta Membuka Akses Riset

Perpustakaan Nasional, British Library, Keraton Surakarta, dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara menjalankan alih media sekitar 210 manuskrip koleksi Perpustakaan Sasana Pustaka. Kegiatan itu didokumentasikan di Surakarta pada 1 Oktober 2026 sebagai upaya menyelamatkan warisan tertulis sekaligus memperluas akses untuk penelitian.
Proyek yang disebut EAP1830 menargetkan sekitar 21 ribu halaman dalam dua tahun. Dukungan berasal dari Endangered Archives Programme British Library dengan pendanaan Arcadia Foundation, sementara pemeriksaan fisik dan proses digitalisasi melibatkan tim pernaskahan di Indonesia.
Digitalisasi tidak memindahkan naskah asli dari tempat penyimpanannya. Yang dibuat adalah salinan digital beresolusi tinggi beserta metadata, sehingga peneliti dapat memeriksa teks tanpa setiap kali menyentuh bahan yang rentan aus, sobek, lembap, atau mengalami kerusakan lain.
Akses daring juga memperluas peluang kajian lintas disiplin. Isi naskah dapat diteliti dari sisi bahasa, sastra, sejarah, praktik pengetahuan, dan kehidupan sosial, sedangkan citra digital memungkinkan perbandingan antarkoleksi yang berada di tempat berbeda.
Perpusnas sebelumnya menjelaskan bahwa digitalisasi naskah Nusantara ditujukan untuk konservasi, preservasi, diseminasi, dan peningkatan mutu riset. Meski demikian, salinan digital bukan pengganti perawatan benda asli; keduanya merupakan pekerjaan pelestarian yang saling melengkapi.
Sumber: ANTARA Foto, 1 Oktober 2026: https://jateng.antaranews.com/foto/647125/perpusnas-dan-british-library-digitalisasi-210-manuskrip-keraton-surakarta ; Prabangkara News, rincian proyek EAP1830 dan target halaman: https://prabangkaranews.com/2026/09/targetkan-21-ribu-halaman-dalam-2-tahun-proyek-digitalisasi-naskah-kuno-keraton-surakarta-resmi-dimulai/ ; Perpusnas, konteks standar digitalisasi, 20 Juli 2026: https://www.perpusnas.go.id/berita/bersama-rit-perpusnas-perkuat-digitalisasi-naskah-nusantara-dan-pelestarian-warisan-dokumenter-indonesia
Catatan editorial: Artikel ini disusun Redaksi Opinix dari dokumentasi kegiatan dan keterangan lembaga terkait, bukan liputan langsung. Foto berlisensi terbuka memperlihatkan Al-Qur’an bersejarah di Solo pada 2022, bukan salah satu manuskrip Sasana Pustaka yang sedang didigitalisasi.
Baca juga

Kalteng Dijuluki Bumi Tambun Bungai, Siapa Dua Tokoh yang Kini Jadi Motif Batik?

Api, Tangan, dan Hati di Logo Hari Pahlawan 2026, Apa Hubungannya dengan Surabaya 1945?

Batik Rifaiyah Batang Kini Dijual di Sarinah, Apa Bedanya dengan Batik Lain?
