Langsung ke isi
Sabtu, 7 November 2026 · Dipilih dengan alasan.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Dipilih dengan alasan.
Seni

Angklung dan Cerita Keterampilan di Balik Bunyinya

Perajin meraut bambu untuk angklung. Foto dokumentasi 2021.
Perajin meraut bambu untuk angklung. Foto dokumentasi 2021. · Foto: Galeri ega / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Bunyi angklung sering menjadi bagian yang pertama menarik perhatian. Namun, foto perajin yang menyiapkan bambu mengingatkan bahwa alat musik juga lahir dari pekerjaan tangan dan pengetahuan bahan.

Angklung Indonesia masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2010. Tradisi ini berkaitan dengan kehidupan budaya masyarakat, termasuk berbagai upacara dan kegiatan bersama.

Mengenal angklung tidak harus berhenti pada menonton pertunjukan. Belajar memainkan alat, mendengarkan penjelasan perajin, atau mengikuti kegiatan komunitas dapat menjadi cara untuk mendekati tradisinya.

artikel budaya ini disusun dari referensi UNESCO dan dokumentasi Wikimedia Commons, bukan wawancara dengan perajin dalam foto. Referensi: https://www.unesco.org/archives/multimedia/document-1681

Kredit foto: Galeri ega / Wikimedia Commons. Lisensi CC BY-SA 4.0. Foto diubah ukuran dan dikompresi; tampilan thumbnail dapat terpotong. Foto hasil penyesuaian tetap menggunakan lisensi yang sama.

Sumber foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Angklung_Alat_Musik_Tradisional_Warisan_Budaya_Indonesia.jpg

Lisensi foto: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga