Berita Pilihan
Seni

Tari Piring Menyatukan Ketangkasan, Irama, dan Ingatan Agraris Minangkabau

Redaksi Opinix ·

Pertunjukan Tari Piring Minangkabau, didokumentasikan pada 12 Februari 2019.
Pertunjukan Tari Piring Minangkabau, didokumentasikan pada 12 Februari 2019.
Foto: Foto: Firman Hakim; CC BY-SA 4.0; perubahan: dikonversi ke JPEG dan diskalakan — halaman foto https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tari_Piring_Minangkabau.jpg ; lisensi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Tari Piring, atau Tari Piriang dalam bahasa Minangkabau, dikenali melalui dua piring yang dijaga di telapak tangan penari. Gerakannya cepat dan teratur, sehingga keseimbangan tubuh, ketepatan tangan, dan hubungan dengan irama menjadi pusat pertunjukan.

Data pemerintah menempatkan Tari Piring sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari wilayah Solok, Sumatra Barat. Penetapannya tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 244/P/2016 pada domain seni pertunjukan.

Sejumlah gerak mengingatkan pada kegiatan pertanian, seperti menanam, menyabit, dan mengirik padi. Unsur gerak juga berhubungan dengan silek Minangkabau. Pertemuan dua sumber gerak ini membuat tarian membawa ingatan tentang kerja agraris sekaligus ketangkasan tubuh.

Talempong, gandang, dan saluang lazim digunakan sebagai pengiring, meskipun susunannya dapat berbeda menurut kelompok dan koreografi. Bunyi dari sentuhan piring dengan cincin atau jari turut membentuk karakter musikal, sehingga properti berfungsi sekaligus sebagai unsur visual dan bunyi.

Kini Tari Piring hadir dalam acara adat, penyambutan, pernikahan, festival, dan panggung seni. Adaptasi membantu tradisi menjangkau penonton baru, tetapi pewarisan tetap memerlukan pengetahuan tentang musik, busana, konteks sosial, dan makna gerak—bukan hanya meniru kecepatan atraksinya.

Sumber: Indonesia.travel, Kementerian Pariwisata, “Tari Piring: Sejarah, Gerakan, Makna, dan Perkembangannya dalam Budaya Minangkabau” https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/culture/tari-piring

Catatan editorial: Ini adalah artikel seni evergreen, bukan berita terbaru atau laporan pertunjukan tertentu. Uraian disusun dari portal pariwisata resmi tanpa klaim kunjungan maupun wawancara. Foto Tari Piring didokumentasikan pada 12 Februari 2019; berkas dikonversi ke JPEG dan diskalakan.

Baca juga