Berita Pilihan
Warisan

Noken Mengikat Keterampilan, Identitas, dan Kehidupan Sehari-hari Papua

Redaksi Opinix ·

Proses merajut noken, 4 Desember 2017. Dokumentasi satu praktik, bukan gambaran seluruh teknik dan komunitas noken Papua; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Proses merajut noken, 4 Desember 2017. Dokumentasi satu praktik, bukan gambaran seluruh teknik dan komunitas noken Papua; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Nurul Ichlasiah, 4 Desember 2017, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Merajut_Noken.jpg

Noken adalah tas simpul atau anyaman buatan tangan dari serat kayu atau daun yang digunakan masyarakat di Papua. artikel ini membaca noken sebagai pengetahuan budaya hidup berdasarkan dokumen UNESCO; tulisan ini bukan penilaian mutu, asal komunitas, atau harga noken tertentu.

UNESCO memasukkan noken ke Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Pelindungan Mendesak pada 2012. Penetapan itu menyoroti keterampilan membuat dan menggunakan noken, bukan sekadar bentuk benda yang sudah selesai.

Pembuatan dimulai dari memilih serta mengolah bahan tumbuhan menjadi serat, kemudian merangkai serat dengan teknik simpul atau anyaman. Pengetahuan tersebut dipelajari melalui praktik dan diwariskan di dalam komunitas, sehingga perubahan akses bahan serta jumlah pembuat berpengaruh pada keberlanjutannya.

Fungsi noken beragam: membawa hasil kebun, hasil tangkapan, kayu bakar, barang rumah tangga, bahkan menggendong anak. Ia juga dapat hadir dalam perayaan, menjadi tanda identitas, dan diperlakukan sebagai pemberian yang mempunyai makna sosial.

Keragaman fungsi menunjukkan bahwa pelindungan tidak cukup dengan memajang noken di museum atau menjadikannya motif. Rantai bahan, pembuat, cara belajar, penggunaan, dan penghargaan yang adil kepada komunitas perlu tetap terhubung agar pengetahuan tidak terlepas dari pemiliknya.

Foto pendamping memperlihatkan proses merajut noken pada 4 Desember 2017. Gambar mendokumentasikan satu praktik pada waktu tertentu dan tidak mewakili seluruh ragam bahan, teknik, atau komunitas noken di Papua.

Sumber: UNESCO Intangible Cultural Heritage, “Noken multifunctional knotted or woven bag, handcraft of the people of Papua”, berkas 00619, tercatat 2012, https://ich.unesco.org/en/USL/noken-multifunctional-knotted-or-woven-bag-handicraft-of-the-peoples-of-papua-00619

Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai artikel warisan budaya dan bukan berita terbaru. Redaksi tidak menyamaratakan ragam noken antarkomunitas dan tidak menilai objek pada foto. Berkas hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga