Adire Menyusun Motif melalui Bagian Kain yang Menolak Pewarna
Redaksi Opinix ·

Foto: Olaniyan Olushola, 17 November 2015, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Adire_Selection.jpg
Adire merujuk pada kain celup-rintang yang dibuat dalam tradisi Yoruba di Nigeria barat daya. Smithsonian National Museum of African Art mencatat bahwa kain komersial dapat diubah lewat pewarna indigo lokal setelah bagian tertentu dirancang agar menolak warna.
Prinsip celup-rintang menghasilkan pola dengan menghalangi zat warna mencapai serat. Ikatan, jahitan, lipatan, atau bahan perintang dapat menciptakan garis dan bidang; teknik yang berbeda memberi tepi serta irama motif yang berbeda pula.
Koleksi museum menunjukkan bahwa adire bukan satu pola tunggal. Panel, kain pembungkus, dan busana dapat memuat susunan geometris, tanda berulang, atau komposisi yang dihubungkan dengan tangan seniman dan lingkungan pembuatannya.
Smithsonian menyebut perempuan seniman Yoruba sebagai produsen penting kain adire. Informasi tentang pembuat, lokasi, bahan, fungsi, dan tanggal karena itu sama pentingnya dengan tampilan akhir ketika kain dibaca sebagai warisan budaya.
Indigo dan proses perintangan membutuhkan urutan kerja: merancang bidang, memasang perintang, mencelup, mengoksidasi warna, lalu membuka atau membersihkan bagian yang ditutup. Variasi proses dapat mengubah kedalaman biru dan ketajaman pola.
Foto pendamping memperlihatkan pilihan kain adire yang didokumentasikan pada 17 November 2015. Foto menunjukkan ragam visual adire, bukan rekonstruksi seluruh tahapan pembuatannya.
Sumber: Smithsonian Institution, “Adire: Resist-Dyed Cloths of the Yoruba”, https://www.si.edu/exhibitions/adire-resist-dyed-cloths-yoruba%3Aevent-exhib-1242 ; National Museum of African Art, “Wrapper”, https://africa.si.edu/collection/object/nmafa_64-6-1 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Adire_Selection.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel budaya, bukan laporan pameran terbaru. Foto CC BY-SA 4.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan