Berita Pilihan
Seni

Lukisan Balik Kaca Menuntut Urutan Kerja dari Detail ke Latar

Redaksi ·

Contoh lukisan balik kaca di Słupsk, Polandia, didokumentasikan 9 Agustus 2019. Foto ilustrasi teknik, bukan karya Iran yang dibahas dalam catatan The Met.
Contoh lukisan balik kaca di Słupsk, Polandia, didokumentasikan 9 Agustus 2019. Foto ilustrasi teknik, bukan karya Iran yang dibahas dalam catatan The Met.
Foto: Qkiel / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Pada lukisan balik kaca, seniman bekerja di sisi belakang lembar kaca, sementara penonton melihat hasil dari sisi depan. Permukaan kaca menjadi pelindung sekaligus bagian optik karya, sehingga bekas cat tampil melalui bahan bening.

Urutan kerjanya berlawanan dengan lukisan pada kanvas atau panel. Detail, garis, sorotan, atau bagian yang ingin tampak paling depan harus ditempatkan lebih dahulu; bidang besar dan latar menyusul karena lapisan terakhir justru berada paling belakang dari sudut pandang penonton.

The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa teknik ini dapat memakai cat, daun emas, dan daun perak. Kesalahan awal sulit ditutup dengan cara yang sama seperti pada kanvas, sebab lapisan yang pertama ditempel telah menjadi lapisan paling dekat dengan mata.

Catatan koleksi Met menyebut teknik tersebut berasal di Eropa lalu menyebar setelah abad ke-17 ke China, India, Afrika, dan Iran. Penyebaran itu menghasilkan fungsi, motif, dan gaya berbeda, sehingga istilah teknik tidak boleh dipakai untuk menyamakan semua tradisi.

Salah satu karya Iran dari paruh pertama abad ke-20 memuat komposisi kaligrafi cermin berbentuk cemara. Catatan museum menunjukkan bagaimana teknik yang berpindah wilayah dapat dipadukan dengan bahasa visual dan konteks keagamaan setempat.

Foto pendamping adalah contoh lukisan balik kaca yang didokumentasikan di Słupsk, Polandia, pada 2019. Ia dipakai untuk memperlihatkan hasil yang dilihat melalui kaca, bukan untuk mewakili karya Iran atau seluruh sejarah teknik.

Untuk membaca karya semacam ini, pengunjung dapat memperhatikan kilau logam, ketajaman lapisan depan, retak cat di sisi belakang, dan hubungan bingkai dengan kaca. Perawatan harus menghindari gesekan pada sisi yang dicat karena itulah permukaan asli karya.

Sumber: https://www.metmuseum.org/art/collection/search/934625 ; https://www.metmuseum.org/es/perspectives/recent-acquisition-reverse-painted-dish

Catatan editorial: artikel evergreen ini merangkum catatan koleksi dan tulisan kuratorial The Metropolitan Museum of Art. Foto memperlihatkan contoh Eropa yang berbeda dari karya Iran dalam sumber utama, sehingga tidak disamakan asal atau tradisinya.

Dokumentasi foto: Contoh lukisan balik kaca di Słupsk, Polandia, didokumentasikan 9 Agustus 2019. Foto ilustrasi teknik, bukan karya Iran yang dibahas dalam catatan The Met.

Kredit foto: Qkiel / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Reverse_painting_on_glass,_S%C5%82upsk.jpg

Lisensi foto: CC BY-SA 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga