Berita Pilihan
Budaya

Kuriding, Harpa Mulut Bertali dari Kalimantan Selatan

Redaksi Opinix ·

Gambar permainan kuriding yang dipajang di galeri Menara Pandang, Banjarmasin, didokumentasikan 8 Januari 2026. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Gambar permainan kuriding yang dipajang di galeri Menara Pandang, Banjarmasin, didokumentasikan 8 Januari 2026. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Mia Sulisnawati / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gambar_Kuriding.jpg — lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Tulisan ini mengenalkan kuriding, alat musik kecil dari Kalimantan Selatan yang termasuk keluarga harpa mulut. Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia mencatat kuriding atau gurinding sebagai tradisi masyarakat Bakumpai-Banjar, terutama dalam dokumentasi dari Desa Ulu Benteng.

Bentuknya sederhana, tetapi cara menghasilkan bunyi melibatkan hubungan antara bilah getar, tali penarik, rongga mulut, dan pernapasan pemain. Dokumentasi Aural Archipelago menyebut kuriding sebagai harpa mulut jenis bertali yang dimainkan oleh sejumlah kelompok etnis di Kalimantan Selatan.

Pemain memegang badan alat di dekat mulut lalu menarik tali untuk menggetarkan lidah alat. Rongga mulut berfungsi sebagai resonator; perubahan posisi mulut dan aliran napas membentuk warna bunyi tanpa perlu meniup alat seperti suling. Teknik rinci sebaiknya dipelajari langsung dari pemain yang menguasai tradisinya.

Bahan kuriding dapat berupa pelepah enau atau kayu, bergantung tradisi pembuatnya. Karena bahan, ukuran, dan keterampilan pembuatan memengaruhi respons getaran, benda yang tampak serupa belum tentu menghasilkan karakter suara yang sama.

Kajian tentang pelestarian musik kuriding di Kalimantan Selatan mencatat persoalan regenerasi pemain. Dokumentasi, pementasan, dan pengajaran dapat membantu, tetapi pelestarian tidak cukup hanya menyimpan bentuk alat; pengetahuan membuat, memainkan, dan menempatkannya dalam kehidupan budaya juga perlu diteruskan.

Foto yang digunakan di sini memperlihatkan gambar permainan kuriding dalam galeri Menara Pandang, Banjarmasin. Karena itu, caption tidak menyatakan bahwa foto tersebut merekam pertunjukan langsung atau memperlihatkan pembuat tertentu.

Mengenal kuriding juga mengingatkan bahwa alat musik tidak harus besar untuk membawa pengetahuan yang rumit. Hubungan antara bahan lokal, gerak tangan, rongga mulut, dan ingatan komunitas menjadikan bunyinya bagian dari warisan hidup, bukan sekadar objek pajangan.

Sumber: Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia, https://kikomunal-indonesia.dgip.go.id/home/explore/cultural/33087 ; Aural Archipelago, https://www.auralarchipelago.com/auralarchipelago/kuriding ; kajian pelestarian, https://www.atlantis-press.com/proceedings/iconarc-18/125911187 (diakses 15 Oktober 2026).

Catatan editorial: artikel evergreen ini disusun Redaksi Opinix dari basis data pemerintah, dokumentasi budaya, dan kajian akademik; tidak mengaku sebagai wawancara dengan pelaku tradisi.

Baca juga