Berita Pilihan
Budaya

59 Gagasan Video Menghidupkan Warisan Indonesia dan Timor-Leste

Redaksi Opinix ·

Penari Bali menampilkan gerak tari tradisional, 2 Januari 2014. Foto ilustrasi warisan pertunjukan; bukan cuplikan karya peserta ichLinks. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Penari Bali menampilkan gerak tari tradisional, 2 Januari 2014. Foto ilustrasi warisan pertunjukan; bukan cuplikan karya peserta ichLinks. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Philip Nalangan — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Traditional_Dance_Indonesia.jpg

Program kompetisi video ichLinks mempertemukan kreator muda di Indonesia dan Timor-Leste dengan warisan budaya takbenda. UNESCO mencatat 59 gagasan masuk, terdiri atas 37 usulan dari Indonesia dan 22 dari Timor-Leste.

Sepuluh tim finalis dipilih melalui penilaian bersama. Mereka memperoleh hibah mikro, pendampingan teknis, dan bimbingan pembuat film untuk memproduksi film pendek mengenai praktik budaya yang hidup.

Prosesnya tidak berhenti pada lomba karya. Lima lokakarya penguatan kapasitas diselenggarakan di kedua negara, kemudian hasil produksi diputar dalam dua acara publik dan dibagikan melalui platform ichLinks serta kanal UNESCO.

UNESCO menempatkan anak muda, pelajar, pelaku budaya, pembuat konten, dan komunitas pemilik warisan sebagai penerima manfaat. Tujuannya ialah meningkatkan keterlihatan tradisi sekaligus membantu pengetahuan berpindah antargenerasi melalui cerita digital.

Catatan program juga mengingatkan bahwa pelindungan warisan tidak cukup hanya merekam pertunjukan. Karya yang bertanggung jawab perlu melibatkan komunitas, menjelaskan konteks, dan menghindari pemisahan tradisi dari orang-orang yang menjaganya.

Sumber: UNESCO Regional Office in Jakarta, “ichLinks Video Competition: Capturing the Intangible Cultural Heritage”, 29 Juli 2026, diperbarui 30 Juli 2026 — https://www.unesco.org/en/articles/ichlinks-video-competition-capturing-intangible-cultural-heritage

Catatan editorial: Artikel artikel ini disusun dari dokumentasi proyek UNESCO dan tidak memuat wawancara redaksi. Foto penari Bali tahun 2014 dipakai sebagai ilustrasi warisan pertunjukan, bukan adegan dari film peserta ichLinks.

Baca juga