Berita Pilihan
Seni

Gamelan Banjar Menempatkan Tradisi Kalimantan Selatan dalam Keluarga Gamelan

Redaksi Opinix ·

Seperangkat Gamelan Banjar, didokumentasikan 24 September 2011. Foto: Taman Renyah/Wikimedia Commons, CC BY 3.0; dipotong dan diubah ukurannya.
Seperangkat Gamelan Banjar, didokumentasikan 24 September 2011. Foto: Taman Renyah/Wikimedia Commons, CC BY 3.0; dipotong dan diubah ukurannya.
Foto: Taman Renyah / Wikimedia Commons — CC BY 3.0

Gamelan Banjar adalah tradisi ansambel yang tumbuh di lingkungan masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Namanya menegaskan bahwa gamelan di Indonesia bukan satu bentuk tunggal; tiap daerah membangun warna bunyi, repertoar, fungsi pertunjukan, dan cara pewarisan yang berbeda.

UNESCO memasukkan Gamelan Banjar dalam cakupan elemen Gamelan yang dicatat pada Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2021. Daftar itu juga menyebut tradisi gamelan dari Jawa, Bali, Sunda, Madura, Banyuwangi, Lampung, dan variasi lain di Indonesia.

Pengakuan tersebut bukan penetapan bahwa semua ansambel harus diseragamkan. Justru, dokumen UNESCO menekankan praktik pembuatan, penyeteman, memainkan instrumen, dan pewarisan pengetahuan sebagai rangkaian yang hidup di dalam komunitas.

Sebuah perangkat gamelan bekerja sebagai kesatuan. Pemain perlu mendengar pola pemain lain, mengenali isyarat, menjaga tempo, dan memahami susunan lagu. Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya dengan menghafal nama instrumen atau melihat benda di ruang pamer.

Foto tahun 2011 memperlihatkan seperangkat Gamelan Banjar. Dokumentasi visual membantu mengenali susunan benda dan bahan, tetapi tidak dapat menggantikan suara, teknik tabuhan, konteks acara, maupun pengetahuan pelaku budaya yang menghidupkannya.

Upaya pelestarian yang bermakna dapat berupa latihan antargenerasi, dokumentasi repertoar dengan persetujuan pelaku, dukungan bagi pembuat instrumen, dan ruang pertunjukan yang memberi konteks. Rekaman digital berguna, tetapi harus melengkapi—bukan menggantikan—hubungan guru, pemain, dan komunitas.

Membaca Gamelan Banjar dalam keluarga gamelan Indonesia membuka dua pandangan sekaligus: ada prinsip bermusik bersama yang luas, dan ada kekhasan daerah yang tidak boleh larut dalam label umum. Di situlah nilai seni dan pengetahuan tradisinya bertemu.

Sumber: https://ich.unesco.org/en/RL/gamelan-01607 | Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gamelan_Banjar.JPG | Lisensi: CC BY 3.0 — https://creativecommons.org/licenses/by/3.0

Catatan editorial: artikel seni evergreen, bukan laporan pertunjukan terbaru. Status pencatatan UNESCO dan cakupan tradisi diperiksa pada 12 Oktober 2026. Foto dipotong dan diubah ukurannya; tidak ada instrumen atau unsur visual yang ditambah.

Baca juga