Berita Pilihan
Budaya

Kente Menyatukan Jalur Kain Tenun Menjadi Bahasa Warna dan Pola

Redaksi Opinix ·

Penenunan bahan kente di Ghana Utara, 19 Februari 2022. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Penenunan bahan kente di Ghana Utara, 19 Februari 2022. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Sir Amugi, 19 Februari 2022, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Weaving_of_smock_material_(Kente)_in_Northern_Ghana_01.jpg

Kente dikenal sebagai tekstil jalur tenun dari Ghana. Kain sempit ditenun pada alat tenun lalu disusun dan dijahit menjadi lembar yang lebih lebar, sehingga sambungan antarlajur merupakan bagian penting dari struktur serta rancangan visualnya.

Koleksi National Museum of African Art menyebut kente Asante memperoleh perhatian internasional antara lain melalui kaitannya dengan presiden pertama Ghana, Kwame Nkrumah, dan gerakan Pan-Afrikanisme. Riwayat ini membuat kain dibaca bukan hanya sebagai permukaan dekoratif.

Penenun mengatur warna, pengulangan, dan perubahan pola sepanjang jalur. Ketika beberapa jalur disandingkan, hubungan antarbagian membentuk irama baru; ketepatan pertemuan motif ikut menentukan penampilan lembar akhir.

Smithsonian Folklife Festival mendokumentasikan Kwasi Asare sebagai salah satu penenun kente Ghana yang menonjol. Ia menenun kain yang diserahkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa saat kemerdekaan Ghana pada 1957, contoh bagaimana keterampilan tangan dapat hadir dalam peristiwa diplomatik.

Arti warna dan motif sebaiknya tidak ditebak dari daftar simbol yang beredar tanpa konteks. Nama pembuat, komunitas, fungsi, pemesan, tanggal, dan dokumentasi museum memberi dasar yang lebih kuat untuk membaca sebuah kain tertentu.

Foto pendamping memperlihatkan proses penenunan bahan kente di Ghana Utara pada 19 Februari 2022. Foto menunjukkan kerja pada alat tenun, bukan seluruh variasi tradisi kente di Ghana.

Sumber: National Museum of African Art, “Man's wrapper”, https://africa.si.edu/collection/object/nmafa_70-20-78 ; Smithsonian Folklife Festival, “Why Teach the Crafts of African Fashion?”, 29 Agustus 2018, https://festival.si.edu/blog/why-teach-the-crafts-of-african-fashion ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Weaving_of_smock_material_(Kente)_in_Northern_Ghana_01.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel budaya dan menghindari pemberian makna simbolik tanpa dokumentasi objek. Foto CC BY-SA 4.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga