Berita Pilihan
Warisan

Benang Limar Memberi Songket Palembang Warna yang Berlapis

Redaksi · Kurasi transparan ·

Songket Palembang didokumentasikan 9 Agustus 2018. Foto ilustrasi warisan tenun Palembang; tidak dimaksudkan sebagai identifikasi pasti satu ragam limar tertentu.
Songket Palembang didokumentasikan 9 Agustus 2018. Foto ilustrasi warisan tenun Palembang; tidak dimaksudkan sebagai identifikasi pasti satu ragam limar tertentu.
Foto: Afrinaldi Zulhen / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dalam tradisi Songket Palembang, limar merujuk pada benang sutra beraneka warna yang membentuk kesan warna berlapis. Uraian Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menyebut merah, hijau, biru, ungu, hitam, kuning, dan jingga sebagai bagian dari paletnya.

Warna limar umumnya tidak tampil menyala sendiri-sendiri. Kombinasi hitam dengan merah dapat menghasilkan kesan marun, sedangkan hijau yang dipadukan dengan hitam dapat mendekati hijau toska. Pertemuan warna membuat permukaan kain tampak hidup tanpa bergantung pada satu nada dominan.

Songket sendiri dibentuk dengan penambahan benang hias pada struktur tenun. Dalam penjelasan kebahasaan setempat, proses menerima atau menyongsong benang dan menyisipkan hiasan berkaitan dengan cara masyarakat memahami istilah songket.

Benang emas membuat banyak Songket Palembang berkilau, tetapi ragam kain tidak hanya dibedakan oleh banyaknya kilau. Susunan motif, bidang tengah, tepi, pangkal, serta pertemuan benang warna membangun karakter tiap jenis.

Salah satu ragam yang dijelaskan sumber adalah tretes mender. Motifnya ditempatkan pada kedua ujung pangkal dan pinggir kain, sementara bagian tengah cenderung polos, sehingga ruang kosong menjadi bagian penting dari komposisi.

Pembacaan teknik membantu penonton tidak berhenti pada sebutan kain mewah. Pilihan benang, urutan warna, kepadatan tenun, dan penempatan motif memperlihatkan keputusan perajin yang membutuhkan ketelitian serta pengetahuan turun-temurun.

Dokumentasi warisan sebaiknya mencatat nama ragam, bahan, ukuran, asal, pembuat bila diketahui, dan konteks penggunaan. Catatan seperti itu menjaga perbedaan antarkain agar tidak hilang ketika semuanya hanya diberi label umum 'songket'.

Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/songket-palembang-2/

Catatan editorial: artikel evergreen ini merangkum uraian Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya mengenai Songket Palembang. Artikel tidak menyatakan satu foto mewakili seluruh ragam limar dan tidak menyebutnya sebagai berita terbaru.

Dokumentasi foto: Songket Palembang didokumentasikan 9 Agustus 2018. Foto ilustrasi warisan tenun Palembang; tidak dimaksudkan sebagai identifikasi pasti satu ragam limar tertentu.

Kredit foto: Afrinaldi Zulhen / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Melestarikan_Songket_Palembang.jpg

Lisensi foto: CC BY-SA 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga