Sanggam pada Seladon Goryeo: Motif Putih dan Hitam di Bawah Glasir Hijau
Redaksi Opinix ·

Foto: The Metropolitan Museum of Art / CC0 1.0
Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.
Pada keramik seladon Goryeo, gambar tidak selalu ditambahkan sebagai sapuan di atas permukaan. Teknik sanggam justru mengisi cekungan motif dengan bahan berwarna berbeda, lalu menutupnya menggunakan glasir tembus pandang. Hiasan dan badan wadah bertemu dalam proses pembuatan yang berlapis.
Dalam esai Soyoung Lee untuk The Metropolitan Museum of Art, motif digoreskan pada badan tanah liat, kemudian ruang ukirannya diisi slip hitam atau putih. Setelah itu, glasir diberikan dan benda dibakar. Slip adalah bahan tanah liat cair untuk mengisi pola, bukan sisipan logam.
Tradisi ini berkembang dalam keramik Korea masa Dinasti Goryeo, 918–1392. Lee menjelaskan bahwa menjelang pertengahan abad ke-12, pembuat dan pemesan semakin mengartikulasikan selera setempat. Kawasan Buan serta Gangjin di Jeolla menjadi pusat penting industrinya.
Warna abu-abu kehijauan tidak berasal dari hiasan saja. Menurut esai tersebut, bahan tanah liat, komposisi glasir, dan kondisi pembakaran turut menentukan hasil. Pengurangan oksigen pada tahap pembakaran menjadi bagian teknologi yang membedakannya dari pembakaran beroksigen lebih banyak.
Sebuah cawan bergagang abad ke-13 dalam koleksi The Met menunjukkan gabungan teknik tersebut. Tepi cawan berlekuk mengelilingi ikan yang dibentuk dan diperjelas dengan garis gores. Motif bunga dan kelopak pada bagian luar membingkai suasana tepian air melalui inlay sanggam.
Gagang menyerupai awan ditambahkan sebelum glasir diterapkan. Pada cawan setinggi 2,9 sentimeter itu, bentuk tiga dimensi, garis, dan kontras warna bekerja bersama. Membaca rincian benda ini membantu membedakan sanggam dari anggapan bahwa semua ornamen seladon dibuat dengan teknik yang sama.
Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):
Soyoung Lee, Goryeo Celadon, The Met, 1 Oktober 2003
https://www.metmuseum.org/ko/essays/goryeo-celadon
The Met, Cup with handle, Korea abad ke-13, nomor koleksi 2025.598
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/924892
Foto dokumentasi / ilustrasi: Cawan bergagang Korea, abad ke-13, masa Goryeo; stoneware dengan hiasan inlay dan cetakan di bawah glasir seladon. Dokumentasi The Met, koleksi 2025.598. Tanggal pemotretan dan nama fotografer individual tidak dicantumkan; gambar Open Access CC0.
Pembuat/kredit: The Metropolitan Museum of Art; pembuat cawan Korea tidak tercantum namanya.
Halaman foto:
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/924892
Lisensi atau dasar izin: CC0 1.0.
https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Perubahan: Ukuran diperkecil dan dikodekan ulang menjadi JPEG, tanpa pemotongan atau perubahan isi.
Dasar Open Access The Met:
https://www.metmuseum.org/hubs/open-access
Catatan editorial: Pembacaan koleksi dan esai kuratorial, bukan laporan pameran baru atau kunjungan redaksi. Penanggalan mengikuti katalog, bukan tahun akuisisi museum. Tidak menyatakan cawan mewakili seluruh keramik Goryeo.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan