Teknik Cetak Lilin Hilang Mengubah Model Sekali Pakai Menjadi Logam
Redaksi Opinix ·

Foto: Mauro Cateb, 27 September 2010, CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Investment_casting_sculptures_(lost_wax).jpg
Teknik cetak lilin hilang membentuk benda logam dari model yang akan lenyap selama pembakaran. Metropolitan Museum of Art mencatat metode ini telah dipraktikkan luas di Afrika selama berabad-abad dan menuntut pengetahuan tembikar, logam, serta kendali suhu.
Proses dasar dimulai dengan lilin lebah, lateks, atau bahan bertitik leleh rendah yang dapat dipahat. Model kemudian dilapisi slip tanah liat halus untuk menangkap detail, disusul lapisan tanah liat yang lebih kasar untuk memberi kekuatan.
Saat susunan dibakar, model meleleh dan meninggalkan rongga di dalam cangkang tanah liat. Logam cair dituangkan ke rongga tersebut, dibiarkan dingin, lalu cangkang dipecahkan untuk menyingkap benda logam.
Pada cetak langsung, cetakan dihancurkan untuk mengeluarkan hasil sehingga setiap benda bersifat unik. Untuk benda berongga, perajin dapat membentuk model lilin di atas inti tanah liat dan menahan bagian-bagiannya dengan pasak besi selama pemanasan.
Sebutan perunggu perlu dipakai hati-hati karena rupa saja tidak dapat menentukan komposisi logam. Paduan tembaga dengan timah berbeda dari kuningan yang mencampurkan tembaga dan seng, meski benda cor kerap disebut perunggu secara umum.
Foto pendamping memperlihatkan liontin hasil investment casting atau cetak lilin hilang pada 27 September 2010. Foto menggambarkan hasil teknik dan bukan benda Afrika yang dibahas dalam esai museum.
Sumber: Alice Apley, Metropolitan Museum of Art, “African Lost-Wax Casting”, Oktober 2001, https://www.metmuseum.org/essays/african-lost-wax-casting ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Investment_casting_sculptures_(lost_wax).jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni, bukan laporan pameran terbaru. Foto CC BY-SA 3.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan