Berita Pilihan
Seni

Katazome Membentuk Pola Tekstil dengan Stensil Kertas dan Pasta Penahan Warna

Redaksi Opinix · Kurasi berbasis referensi ·

Tekstil katazome Jepang abad ke-19 dengan motif burung, daun, dan sulur, koleksi Cooper Hewitt Smithsonian Design Museum.
Tekstil katazome Jepang abad ke-19 dengan motif burung, daun, dan sulur, koleksi Cooper Hewitt Smithsonian Design Museum.
Foto: Cooper Hewitt, Smithsonian Design Museum · Public domain

Katazome adalah teknik celup rintang Jepang yang memakai stensil kertas untuk membentuk pola. Pasta berbahan beras ditekan melalui bagian stensil yang terbuka, lalu menahan pewarna agar area tertutup tetap memperlihatkan rancangan setelah pasta dicuci.

Stensilnya disebut katagami. Cooper Hewitt menjelaskan kertas mulberi diperlakukan dengan tanin kesemek dan disimpan hingga kuat, lentur, serta tahan air; sifat itu penting karena stensil dapat dipakai berulang pada proses yang melibatkan kelembapan.

Pola dirancang sebagai pengulangan yang menyambung pada bidang kain, bukan hanya gambar tunggal pada selembar kertas. Ketelitian menggeser stensil menentukan apakah tepi motif bertemu atau justru menghasilkan jeda yang tidak direncanakan.

Setelah pasta kering, kain biasanya dicelup—sering dengan indigo—dan bagian yang terlindungi tidak menerima warna. Ketika pasta dibersihkan, motif kontras muncul. Variasi bahan, resep pasta, pewarna, serta urutan kerja berarti tidak semua tekstil katazome harus memiliki warna atau tekstur yang sama.

Foto utama menunjukkan tekstil Jepang abad ke-19 dalam koleksi Cooper Hewitt, dengan dua lajur lingkaran berisi burung serta daun, dikelilingi sulur. Arsip menyebut pembuatnya tidak diketahui dan status gambarnya domain publik; gambar dipakai tanpa menebak lokasi bengkel atau pemakai awal.

Katazome mempertemukan dua keahlian: pemahat yang membuat katagami dan pencelup yang mengatur pasta serta warna. Karena foto hanya memperlihatkan hasil akhir, pemeriksaan teknik yang lebih pasti tetap bergantung pada catatan koleksi, struktur serat, sisa bahan rintang, dan kajian konservasi.

Sumber:

- https://www.cooperhewitt.org/2016/09/14/pattern-papers/

- https://www.cooperhewitt.org/2019/04/01/martial-iris/

- https://www.cooperhewitt.org/2016/08/29/summer-of-69/

Dokumentasi foto: Tekstil katazome Jepang abad ke-19, nomor koleksi Cooper Hewitt 18480397; tanggal foto digital tidak dicantumkan. Kredit: Pembuat tidak diketahui / Cooper Hewitt, Smithsonian Design Museum (Wikimedia Commons). Sumber foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Textile_(Japan),_19th_century_(CH_18480397).jpg Lisensi: Public domain. Perubahan gambar: orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, dikonversi ke JPEG, diperkecil hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Catatan editorial: Redaksi Opinix menyusun naskah dari sumber yang tercantum, tanpa liputan lapangan atau wawancara. Fakta, tanggal, nama, angka, konteks, dan izin gambar diperiksa pada 20 Oktober 2026. Naskah diawali 'artikel evergreen' dan bukan berita terbaru.

Baca juga