Berita Pilihan
Budaya

Riau Menyiapkan Tim Lintas Sektor untuk Bahasa di Ruang Publik

Redaksi Opinix ·

Peta linguistik bahasa Melayu Riau terbitan 2022. Gambar ilustrasi, bukan dokumentasi pertemuan Balai Bahasa dan Pemerintah Provinsi Riau.
Peta linguistik bahasa Melayu Riau terbitan 2022. Gambar ilustrasi, bukan dokumentasi pertemuan Balai Bahasa dan Pemerintah Provinsi Riau.
Foto: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; halaman gambar https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Linguistic_Map_of_Riau_Malay_Language.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/; perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Balai Bahasa Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Riau menyatukan agenda penguatan bahasa dan sastra dalam pertemuan pada 7 Oktober 2026. Kepala Balai Bahasa Riau Umi Kulsum bertemu Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi untuk membahas empat program prioritas yang akan dijalankan bersama.

Empat bidang itu meliputi literasi kebahasaan dan kesastraan, revitalisasi bahasa dan sastra daerah, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. Susunan ini menempatkan pelestarian bahasa daerah dan penguatan bahasa nasional dalam satu kerangka, bukan sebagai pilihan yang saling meniadakan.

Salah satu rencana konkretnya adalah membentuk tim lintas sektor untuk memantau penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan dalam naskah dinas. Balai Bahasa mengusulkan agar tim tersebut memiliki dasar melalui keputusan gubernur dan dipimpin sekretaris daerah.

Keanggotaan yang dibicarakan mencakup unsur pendidikan, komunikasi-informatika-statistik, Ombudsman, dan lembaga terkait lainnya. Pelibatan banyak instansi diperlukan karena papan informasi, pelayanan publik, dokumen resmi, dan ruang digital tidak dikelola oleh satu lembaga saja.

Pertemuan itu juga menegaskan bahwa pengutamaan bahasa Indonesia tidak berarti menyingkirkan bahasa daerah maupun bahasa asing. Dalam konteks Riau, bahasa Melayu memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan perkembangan bahasa Indonesia, sehingga perawatannya membawa nilai kebudayaan sekaligus pengetahuan.

Keberhasilan rencana ini nantinya bergantung pada tindak lanjut yang dapat diperiksa: pembentukan tim, aturan kerja, ruang lingkup pemantauan, serta cara memberi perbaikan tanpa mengabaikan keragaman bahasa. Publikasi resmi belum merinci jadwal pembentukan tim atau ukuran keberhasilannya.

Sumber: https://balaibahasariau.kemendikdasmen.go.id/berita/satukan-komitmen-balai-bahasa-riau-dan-pemprov-riau-perkuat-empat-program-prioritas-kebahasaan-dan-kesastraan-1791428474

Catatan editorial: Artikel ini merupakan kurasi budaya dari keterangan resmi Balai Bahasa Provinsi Riau, bukan peliputan atau wawancara redaksi. Gambar utama adalah peta linguistik bahasa Melayu Riau terbitan 2022, bukan dokumentasi pertemuan 7 Oktober 2026.

Baca juga