Berita Pilihan
Seni

Inro dan Netsuke, Wadah Kecil Jepang yang Mempertemukan Fungsi dan Seni

Redaksi Opinix ·

Foto koleksi Inrō with Cockatoo and Magnolia, karya Yamada Jōkasai, Jepang, abad ke-19; objek 13.67.34, The Met, Rogers Fund, 1913. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan museum.
Foto koleksi Inrō with Cockatoo and Magnolia, karya Yamada Jōkasai, Jepang, abad ke-19; objek 13.67.34, The Met, Rogers Fund, 1913. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan museum.
Foto: The Metropolitan Museum of Art; karya Yamada Jōkasai / CC0 1.0 / Public domain

Pakaian tradisional Jepang melahirkan cara tersendiri untuk membawa benda kecil. Inro merupakan wadah beruang-ruang yang digantung pada sabuk obi, sedangkan netsuke menjadi penahan gantungannya. Keduanya menunjukkan bahwa benda pakai dapat dirancang sekaligus sebagai karya seni yang menuntut pengamatan dekat.

Esai Terry Satsuki Milhaupt untuk The Metropolitan Museum of Art menjelaskan hubungan antara wadah, tali, dan penahannya. Sebuah manik yang disebut ojime dapat bergeser pada tali untuk membantu membuka atau menutup susunan wadah. Bentuk kecil tersebut bekerja sebagai perangkat, bukan hanya hiasan terpisah.

Contoh dalam koleksi museum adalah Inrō with Cockatoo and Magnolia, yang dikatalogkan sebagai karya Yamada Jōkasai dari abad ke-19. Objek bernomor 13.67.34 itu berasal dari Jepang pada periode Edo. Tingginya tercatat 9,2 sentimeter, dengan lebar 4,6 dan kedalaman 3 sentimeter.

Katalog mencatat dasar lak merah, hiasan emas maki-e, lak merah berukir, serta tatahan kulit kerang berkilau. Netsuke-nya berbentuk bunga poppy dari gading, sementara ojime berupa manik kayu berlak merah dan hijau. Keterangan bahan membantu membedakan bagian-bagian yang tampak menyatu dalam foto.

Milhaupt menjelaskan bahwa inro dan netsuke juga pernah menjadi penanda kekayaan melalui bahan dan keterampilan pembuatannya. Tema netsuke beragam, dari alam hingga kisah serta tokoh. Perubahan busana pada akhir abad ke-19 turut menggeser sebagian benda ini dari aksesori keseharian menuju objek koleksi.

Mengamati contoh koleksi sebaiknya tetap mengikuti atribusi katalog. Nama Jōkasai pada bagian bawah merujuk nama yang dipakai sejumlah seniman keluarga Yamada; identifikasi museum tidak berarti semua benda bertanda serupa dibuat satu orang. Foto Open Access memungkinkan detail dipelajari tanpa menganggap objek sedang dipamerkan atau tersedia untuk diperjualbelikan.

Sumber:

The Met, Inrō with Cockatoo and Magnolia, objek 13.67.34 — https://www.metmuseum.org/art/collection/search/58576

Terry Satsuki Milhaupt, Netsuke: From Fashion Fobs to Coveted Collectibles, The Met, November 2009 — https://www.metmuseum.org/essays/netsuke-from-fashion-fobs-to-coveted-collectibles

Catatan editorial: artikel evergreen (tulisan latar nonaktual), bukan berita peristiwa terbaru. Disusun Redaksi Opinix dari referensi yang diperiksa pada 16 Oktober 2026, tanpa kunjungan lapangan atau wawancara sendiri.

Keterangan foto: Foto koleksi Inrō with Cockatoo and Magnolia, karya Yamada Jōkasai, Jepang, abad ke-19; objek 13.67.34, The Met, Rogers Fund, 1913. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan museum.

Kredit pembuat/penyedia: The Metropolitan Museum of Art; karya Yamada Jōkasai

Halaman foto: https://www.metmuseum.org/art/collection/search/58576

Lisensi/status hak: CC0 1.0 / Public domain

https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/

Perubahan: ukuran disesuaikan dan disimpan ulang sebagai JPEG; isi gambar tidak diubah.

Dasar izin foto koleksi: https://www.metmuseum.org/hubs/open-access

Baca juga