Berita Pilihan
Seni

Frottage Memindahkan Tekstur Permukaan ke Atas Kertas

Redaksi ·

Proses rubbing cap pada sampul buku lama di perpustakaan Kölnisches Stadtmuseum, didokumentasikan 16 Mei 2010.
Proses rubbing cap pada sampul buku lama di perpustakaan Kölnisches Stadtmuseum, didokumentasikan 16 Mei 2010.
Foto: Raimond Spekking / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Frottage dibuat dengan meletakkan kertas di atas benda bertekstur lalu menggosok permukaannya memakai pensil, grafit, kapur, krayon, atau medium lain. Bagian yang menonjol menerima tekanan berbeda sehingga pola permukaan berpindah menjadi citra.

Tate menyebut frottage sebagai metode kreatif otomatis yang berkaitan dengan surealisme. Museum of Modern Art menjelaskan teknik yang sama melalui tindakan menggosok medium di atas kertas yang menutup benda bertekstur.

Max Ernst memakai lantai kayu, tali, kawat, kertas kusut, dan bahan sehari-hari sebagai sumber tekstur. Menurut MoMA, hasil gosokan itu kemudian dapat dikembangkan menjadi lanskap, benda, atau makhluk yang tidak harus menyerupai sumber awalnya.

Prosesnya tampak sederhana tetapi pilihan seniman tetap menentukan hasil. Ketebalan kertas, kelembutan medium, arah gosokan, tekanan tangan, dan keputusan menyusun beberapa tekstur akan mengubah garis serta bidang yang muncul.

Frottage berbeda dari cetak langsung karena sumber tekstur tidak selalu dilapisi tinta. Ia juga berbeda dari menyalin bentuk dengan kontur: informasi lahir dari kontak dan relief, bukan hanya dari garis luar benda.

Foto pendamping memperlihatkan rubbing sebuah cap dari sampul buku lama ketika tur di perpustakaan Kölnisches Stadtmuseum pada 16 Mei 2010. Dokumentasi itu menunjukkan pemindahan relief ke kertas, bukan reproduksi karya surealis tertentu.

Untuk latihan, permukaan milik sendiri atau yang diizinkan dapat dicoba dengan kertas tipis dan medium lunak. Benda museum, prasasti, makam, atau permukaan rapuh tidak boleh digosok tanpa izin karena tekanan dan gesekan dapat merusak material.

Sumber: https://www.tate.org.uk/art/art-terms/f/frottage ; https://www.moma.org/collection/terms/frottage

Catatan editorial: artikel evergreen ini merangkum definisi Tate dan Museum of Modern Art. Foto memperlihatkan proses rubbing pada cap sampul buku lama; karya Max Ernst hanya dibahas melalui keterangan museum dan tidak direproduksi.

Dokumentasi foto: Proses rubbing cap pada sampul buku lama di perpustakaan Kölnisches Stadtmuseum, didokumentasikan 16 Mei 2010.

Kredit foto: Raimond Spekking / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Einbanddurchreibung_von_Stempeln_(0116).jpg

Lisensi foto: CC BY-SA 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga