Cetak Cukil Kayu Membentuk Gambar dari Permukaan yang Tersisa
Redaksi Berita Pilihan ·

Foto: Gary Todd / Wikimedia Commons / CC0
Dalam cetak cukil kayu, bagian yang dibuang justru membantu membentuk gambar. Penjelasan teknik dari The Metropolitan Museum of Art menyebutnya sebagai cetak tinggi: permukaan yang tersisa menerima tinta, sementara bagian yang dicukil lebih rendah tidak mencetak dengan cara yang sama. Hubungan bidang berwarna dan bidang kosong menjadi dasar prosesnya.
Balok perlu mempunyai permukaan yang sesuai untuk menerima rancangan. Gambar dapat dibuat langsung atau dipindahkan ke kayu, lalu bagian tertentu dikerjakan dengan pisau, pahat, atau alat cukil. Ketika dicetak, arah gambar berbalik terhadap permukaan balok; hal ini patut diperhatikan terutama bila rancangan memuat tulisan.
Sesudah permukaan tinggi diberi tinta, kertas menerima gambar melalui tekanan. Karena hasil cetak bergantung pada bidang yang dipertahankan, keputusan mencukil suatu bagian merupakan keputusan tentang bentuk yang kelak terlihat. Pembaca dapat mencoba mengenali hubungan itu dengan membandingkan foto balok dan cetakannya, tanpa menyamakan lekukan dengan garis bertinta.
Cetakan berwarna memperkenalkan persoalan lain: pertemuan beberapa lapisan. Dalam uraian Met tentang ukiyo-e Jepang, warna-warna dicetak menggunakan balok terpisah. Tanda pendaftaran atau registrasi membantu menempatkan kertas secara konsisten agar bidang warna bertemu pada posisi yang direncanakan.
Ukiyo-e juga memperlihatkan bahwa sebuah cetakan dapat lahir dari kerja beberapa keahlian. Met menjelaskan hubungan antara perancang, pengukir, pencetak, dan penerbit. Keterangan mengenai kertas serta penggosok bernama baren menunjukkan bahwa hasil akhir tidak hanya ditentukan gambar rancangan, tetapi juga bahan dan pekerjaan pada tahap pencetakan.
Untuk membaca sebuah cetakan, perhatikan tepi bidang tinta, bagian kosong, dan pertemuan warnanya. Pertanyaan tentang bagaimana gambar dibuat dapat membuka pembacaan yang berbeda dari sekadar menyebut objek yang tergambar. Saran pengamatan ini merupakan pendekatan redaksional; tidak semua tradisi cetak kayu memakai pembagian kerja atau perangkat yang sama.
Sumber: https://www.metmuseum.org/ja/perspectives/materials-and-techniques-printmaking-woodcut | https://www.metmuseum.org/de/essays/woodblock-prints-in-the-ukiyo-e-style
Catatan editorial: artikel seni berdasarkan penjelasan teknik dan sejarah koleksi The Metropolitan Museum of Art; bukan liputan lokakarya. Ukiyo-e dipakai sebagai contoh tradisi tertentu, bukan gambaran seragam seluruh praktik cetak kayu. Foto: Gary Todd. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Wood_Block_Printing_01.jpg | Lisensi foto: CC0 https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/deed.en | Perubahan foto: dikompresi ulang ke JPEG dengan dimensi dibatasi maksimum 1.600 piksel, tanpa pemotongan atau perubahan isi. Foto hasil penyesuaian menggunakan lisensi yang sama.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan