Berita Pilihan
Warisan

Pameran di Erasmus Huis Menelusuri Jejak Indonesia dalam Pembentukan Cape Town

Redaksi Opinix ·

Deretan bangunan di Bo-Kaap, Cape Town, didokumentasikan 22 Juli 2018; foto konteks sejarah kota, bukan pameran Erasmus Huis.
Deretan bangunan di Bo-Kaap, Cape Town, didokumentasikan 22 Juli 2018; foto konteks sejarah kota, bukan pameran Erasmus Huis.
Foto: Moheen Reeyad / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:15-37_Pentz_Street,_Bo-Kaap_(01).jpg

Pameran “There Was Something Here Before” berlangsung di Erasmus Huis, Jakarta, dari 3 Oktober hingga 23 Desember 2026. Pameran tersebut menelusuri jejak masyarakat dari kepulauan Indonesia dalam pembentukan sejarah dan budaya Cape Town, Afrika Selatan.

Kurator Zahira Asmal menyusun pameran dengan pertanyaan tentang apa yang telah hadir sebelum kota modern dibentuk dan siapa yang ikut membangunnya. Fokusnya mencakup orang-orang yang datang dari Jawa, Sumatra, dan Sulawesi dengan pengetahuan, keyakinan, bahasa, makanan, keterampilan, dan tradisi.

Materi disajikan dalam bentuk multimedia interaktif melalui riset, arsip, fotografi, suara, kesaksian personal, dan desain. Pilihan medium itu memungkinkan sejarah diaspora dibaca melalui dokumen sekaligus pengalaman keluarga dan komunitas, bukan hanya melalui urutan peristiwa politik.

Salah satu tokoh pentingnya adalah Syekh Yusuf al-Makassari. Ia ditangkap pada 1683, dibuang ke Sri Lanka pada 1684, lalu dipindahkan ke Tanjung Harapan pada 1693; di pengasingan ia melanjutkan pengajaran dan ikut membentuk kehidupan spiritual serta komunitas setempat.

Jejak semacam itu membantu menjelaskan mengapa pembentukan Cape Town tidak hanya berasal dari arus Eropa. Pameran menempatkan kontribusi masyarakat Indonesia sebagai bagian dari jaringan perpindahan paksa, pengetahuan, praktik keagamaan, dan kebudayaan sehari-hari yang meninggalkan warisan lintas generasi.

Kementerian Kebudayaan menyatakan sedang menyiapkan pengembangan tema terkait di Rumah Indonesia Amsterdam serta sebuah rumah budaya atau museum di Cape Town. Belum ada jadwal pembukaan yang diumumkan; untuk kunjungan pameran Jakarta, pembaca perlu memeriksa informasi terbaru dari Erasmus Huis.

Sumber: ANTARA Yogyakarta, 8 Oktober 2026, https://jogja.antaranews.com/berita/857738/kemenbud-siapkan-pameran-sacred-journey-of-sheikh-yusuf-al-makassari ; halaman foto Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:15-37_Pentz_Street,_Bo-Kaap_(01).jpg

Catatan editorial: Naskah disusun melalui kurasi laporan ANTARA; redaksi tidak mengunjungi pameran. Foto Moheen Reeyad mendokumentasikan Bo-Kaap di Cape Town pada 22 Juli 2018 sebagai konteks sejarah kota, bukan instalasi pameran Erasmus Huis. Lisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Gambar diperkecil atau dipotong seperlunya dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi substantif.

Baca juga