Berita Pilihan
Budaya

Kongres Bahasa Daerah di Jayapura Menempatkan Keluarga dan Komunitas sebagai Penjaga Penutur

Redaksi · Kurasi transparan ·

Pemandangan Kota Jayapura, Papua, didokumentasikan 27 April 2016. Foto konteks lokasi; bukan dokumentasi Kongres Bahasa Daerah 2026.
Pemandangan Kota Jayapura, Papua, didokumentasikan 27 April 2016. Foto konteks lokasi; bukan dokumentasi Kongres Bahasa Daerah 2026.
Foto: Nekomong / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kongres Bahasa Daerah 2026 berlangsung di Jayapura pada 19–22 Oktober dengan tema perencanaan dan implementasi kebijakan bahasa daerah. Badan Bahasa menyebut ini penyelenggaraan pertama kongres tersebut di Papua.

Kementerian mencatat 718 bahasa daerah di Indonesia sampai 2019, sebanyak 427 berada di wilayah Pulau Papua. Tahun rujukan penting dicantumkan karena angka tersebut bukan hasil pendataan baru yang selesai pada 2026.

Kongres melibatkan 200 peserta dari pemerintah, akademisi, peneliti, pendidik, budayawan, sastrawan, tokoh adat, komunitas bahasa, lembaga terkait Papua, dan generasi muda. Keragaman peserta mencerminkan bahwa keberlanjutan bahasa tidak dapat dibebankan kepada penutur atau sekolah saja.

Tiga perhatian utama dalam siaran pers ialah kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat, koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, serta penguatan ekosistem penutur. Keluarga, sekolah, komunitas, tokoh adat, media, dunia usaha, dan anak muda disebut sebagai mitra strategis.

Bahasa menyimpan lebih dari daftar kata. Di dalamnya dapat hidup sejarah, cara menamai lingkungan, tradisi lisan, pengetahuan lokal, dan hubungan sosial. Dokumentasi penting, tetapi bahasa baru tetap hidup bila digunakan dan diwariskan dalam ruang yang dihargai penuturnya.

Foto pendamping memperlihatkan Kota Jayapura pada 2016 untuk memberi konteks lokasi kongres. Foto itu bukan dokumentasi peserta, sesi, atau keputusan Kongres Bahasa Daerah 2026.

Sumber mengharapkan rekomendasi kebijakan, prioritas program, praktik baik, dan tindak lanjut terukur. Hasil kongres karena itu perlu ditelusuri setelah acara: apakah rekomendasi dipublikasikan, siapa penanggung jawabnya, dan bagaimana komunitas penutur dilibatkan dalam pelaksanaan.

Sumber: https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/berita-detail/4999/pertama-digelar-di-papua-kongres-bahasa-daerah-2026-teguhkan-pelestarian-warisan-budaya-bangsa

Catatan editorial: Artikel merangkum siaran pers Badan Bahasa Kemendikdasmen bertanggal 20 Oktober 2026. Angka 718 dan 427 mengikuti data kementerian sampai 2019, bukan sensus bahasa baru tahun 2026.

Dokumentasi foto: Pemandangan Kota Jayapura, Papua, didokumentasikan 27 April 2016. Foto konteks lokasi; bukan dokumentasi Kongres Bahasa Daerah 2026.

Kredit foto: Nekomong / Wikimedia Commons.

Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kota_Jayapura,_Papua.jpg

Lisensi foto: CC BY-SA 4.0 — https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.

Baca juga