Berita Pilihan
Seni

Pemancing pada Batu Cincin Akik: Ukiran Mungil dan Sejarah Koleksi Permata

Redaksi Opinix ·

Batu cincin akik berukir pemancing, koleksi The Met 41.160.692, panjang 1,3 cm. Dokumentasi The Metropolitan Museum of Art; tanggal pemotretan dan nama fotografer tidak dicantumkan. Bukan dokumentasi penemuan baru.
Batu cincin akik berukir pemancing, koleksi The Met 41.160.692, panjang 1,3 cm. Dokumentasi The Metropolitan Museum of Art; tanggal pemotretan dan nama fotografer tidak dicantumkan. Bukan dokumentasi penemuan baru.
Foto: The Metropolitan Museum of Art / CC0 1.0

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Seorang pemancing menjadi pusat perhatian pada batu cincin akik yang panjangnya hanya 1,3 sentimeter. Koleksi The Metropolitan Museum of Art itu memperlihatkan sosok berjongkok di atas batu, bersiap menurunkan tali pancing. Adegan kecil tersebut memberi titik masuk untuk melihat seni ukir permata kuno.

Museum mencatat objek bernomor 41.160.692 ini sebagai karya Italik atau Romawi. Penanggalannya juga bersifat alternatif: abad ketiga–kedua sebelum Masehi atau abad pertama Masehi. Kedua kemungkinan itu perlu dipertahankan, bukan diubah menjadi satu tanggal pembuatan yang seolah sudah pasti.

Entri koleksi menyebut materialnya agate atau akik dan tekniknya sebagai intaglio. Objek masuk melalui warisan W. Gedney Beatty pada 1941. Tahun penerimaan museum tersebut bukan tahun pembuatan batu; pencatatan koleksi dan usia benda merupakan dua informasi yang berbeda.

Dalam esai Giada Damen yang diterbitkan museum pada 1 Maret 2013, permata berukir dibahas dalam tradisi segel. Gambar pada permata dapat ditekan ke tanah liat atau lilin untuk menandai kepemilikan maupun membantu mengesahkan dokumen. Pembahasan umum ini tidak membuktikan fungsi spesifik batu bergambar pemancing tersebut.

Permata berukir juga dipakai sebagai perhiasan dan jimat, lalu menjadi benda koleksi. Esai itu menelusuri ketertarikan terhadap permata antik pada masa Renaisans di Italia. Koleksi pribadi dan penerbitan gambar ukiran membantu menyebarkan pengetahuan tentang benda yang ukurannya jauh lebih kecil daripada lukisan atau patung.

Membaca batu pemancing ini berarti memperhatikan gambar sekaligus batas informasi katalognya. Sosok dan geraknya dapat dijelaskan dari entri museum, tetapi nama pengukir, pemilik awal, dan riwayat pemakaian tidak dirinci. Foto domain publik memungkinkan pembaca mengamati objek tanpa mengisi kekosongan sejarahnya dengan cerita rekaan.

Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):

The Metropolitan Museum of Art — Agate ring stone intaglio: fisherman, 41.160.692

https://www.metmuseum.org/art/collection/search/253817

Giada Damen/The Met — Antique Engraved Gems and Renaissance Collectors, 1 Maret 2013

https://www.metmuseum.org/essays/antique-engraved-gems-and-renaissance-collectors

Foto dokumentasi / ilustrasi: Batu cincin akik berukir pemancing, koleksi The Met 41.160.692, panjang 1,3 cm. Dokumentasi The Metropolitan Museum of Art; tanggal pemotretan dan nama fotografer tidak dicantumkan. Bukan dokumentasi penemuan baru.

Pembuat/kredit: The Metropolitan Museum of Art; pembuat objek tidak disebutkan.

Halaman foto:

https://www.metmuseum.org/art/collection/search/253817

Lisensi atau dasar izin: CC0 1.0.

https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan, penambahan objek, atau manipulasi isi.

Dasar Open Access The Met:

https://www.metmuseum.org/hubs/open-access

Catatan editorial: Kurasi seni berdasarkan katalog dan esai museum; bukan pemeriksaan langsung objek. Penanggalan dan atribusi alternatif dipertahankan. Fungsi umum permata sebagai segel tidak dinyatakan sebagai riwayat pemakaian objek ini. Status domain publik foto diperiksa melalui katalog dan API Open Access The Met.

Baca juga