Buncheong Memakai Slip Putih untuk Membuka Ragam Hias Keramik Joseon
Redaksi Opinix ·

Foto: The Metropolitan Museum of Art, akhir abad ke-15, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:%EB%B6%84%EC%B2%AD%EC%82%AC%EA%B8%B0_%EB%B0%95%EC%A7%80_%EB%AA%A8%EB%9E%80_%EB%AC%B4%EB%8A%AC_%ED%95%AD%EC%95%84%EB%A6%AC_%EC%A1%B0%EC%84%A0-%E7%B2%89%E9%9D%91%E6%B2%99%E5%99%A8%E5%89%9D%E5%9C%B0%E7%89%A1%E4%B8%B9%E6%96%87%E5%A3%BA_%E6%9C%9D%E9%AE%AE-Large_jar_with_peony_decoration_MET_DP102312.jpg
Buncheong adalah keramik Korea yang berkembang pada awal Dinasti Joseon dengan badan tanah liat berwarna abu-abu dan lapisan slip putih. Permukaannya menjadi ruang bagi cap, goresan, sapuan, celupan, serta lukisan oksida besi.
The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa buncheong mewarisi bahan dan kosakata hias dari seladon Goryeo, tetapi memakai tanah liat dan glasir yang cenderung kurang dimurnikan. Hasilnya bukan tiruan seladon, melainkan bahasa visual yang lebih langsung dan beragam.
Istilah buncheong sendiri baru diciptakan pada abad ke-20 sebagai singkatan bunjang hoecheong sagi. Nama modern itu mengelompokkan karya yang pada zamannya dibuat dengan sejumlah teknik dan fungsi, dari wadah sehari-hari sampai benda upacara.
Slip putih dapat dicap, disikat, dicelupkan, atau dikerok kembali untuk memperlihatkan badan tanah liat. Pada teknik sgraffito dan ukir, perbedaan terang-gelap muncul karena lapisan putih serta tanah di bawahnya dipertemukan dalam satu pola.
Guci besar bermotif peoni koleksi The Met berasal dari akhir abad ke-15. Hiasannya menunjukkan bagaimana bidang putih dibuang di sekitar motif, sehingga bunga dan garis yang dipertahankan tampil menonjol pada badan keramik.
Foto pendamping memperlihatkan guci besar bermotif peoni tersebut. Citra koleksi The Metropolitan Museum of Art tersedia melalui dedikasi CC0.
Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “Joseon Buncheong Ware: Between Celadon and Porcelain”, https://www.metmuseum.org/essays/joseon-buncheong-ware-between-celadon-and-porcelain ; The Met, “Korean Buncheong Ceramics from Leeum, Samsung Museum of Art”, https://www.metmuseum.org/exhibitions/listings/2015/korea ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:%EB%B6%84%EC%B2%AD%EC%82%AC%EA%B8%B0_%EB%B0%95%EC%A7%80_%EB%AA%A8%EB%9E%80_%EB%AC%B4%EB%8A%AC_%ED%95%AD%EC%95%84%EB%A6%AC_%EC%A1%B0%EC%84%A0-%E7%B2%89%E9%9D%91%E6%B2%99%E5%99%A8%E5%89%9D%E5%9C%B0%E7%89%A1%E4%B8%B9%E6%96%87%E5%A3%BA_%E6%9C%9D%E9%AE%AE-Large_jar_with_peony_decoration_MET_DP102312.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan sejarah material, bukan kabar pameran terbaru. Tidak ada kutipan atau atribusi karya yang direka. Citra CC0 diubah ukuran dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan