Berita Pilihan
Seni

Grisaille Limoges Membentuk Relief Semu dengan Putih, Abu-Abu, dan Hitam

Redaksi Opinix ·

Panel email Limoges sekitar 1560 dengan teknik grisaille, dipotret April 2011. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Panel email Limoges sekitar 1560 dengan teknik grisaille, dipotret April 2011. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: FA2010, April 2011, domain publik (https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Email_Limoges_Steinigung_Stephanus_makffm_WMH4.jpg

Grisaille adalah pendekatan monokrom yang membangun citra lewat rentang putih, abu-abu, dan hitam. Pada email Limoges masa Renaisans, zat kaca berpigmen dilebur di atas tembaga sehingga permukaan mengilap dapat menampilkan gradasi dan kesan volume seperti relief.

The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa putih, hitam, dan sedikit merah dapat berpadu menjadi banyak nada abu-abu, lalu aksen emas menghidupkan bagian tertentu. Pembatasan palet justru menuntut ketelitian dalam terang-gelap, model tubuh, lipatan kain, dan kedalaman latar.

Limoges sudah menjadi pusat pembuatan email sejak abad ke-12, lalu berkembang lagi sebagai pusat karya religius dan sekuler pada akhir abad ke-15 hingga abad ke-16. Tidak lama sebelum 1540, para pembuat email di kota itu mulai banyak memakai palet hitam-putih; museum mengaitkannya antara lain dengan penggunaan cetakan sebagai model komposisi.

Karya Pierre Reymond berjudul The Wedding Feast of Cupid and Psyche bertanggal 1558 menunjukkan kemampuan teknik itu pada piring besar dari tembaga beremail dan sebagian disepuh. Met menyoroti rentang tonal, pemodelan figur, gerak adegan, serta inisial dan tanggal yang ditampilkan pembuatnya.

Contoh lain di Louvre, The Crossing of the Red Sea dari 1530–1570, memakai grisaille di atas latar hitam dengan sentuhan emas dan merah. Informasi koleksi menyebut medianya tembaga dengan email lukis, menegaskan bahwa grisaille di sini bukan gambar arang, melainkan lapisan kaca yang melalui proses pembakaran.

Foto pendamping memperlihatkan panel Limoges sekitar 1560 yang menggambarkan pelemparan batu kepada Santo Stefanus, dipotret pada April 2011. Karya menggunakan email lukis grisaille di atas tembaga dengan garis emas; foto digunakan untuk memperlihatkan karakter monokrom teknik tersebut.

Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “The Wedding Feast of Cupid and Psyche”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/207480 ; The Met, “Scenes from the Life of Joseph”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/188879 ; Musée du Louvre, “Plaque en grisaille : Le passage de la mer Rouge”, https://collections.louvre.fr/en/ark:/53355/cl010097471 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Email_Limoges_Steinigung_Stephanus_makffm_WMH4.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan tidak menghubungkan benda koleksi dengan pameran terbaru. Foto dilepas ke domain publik; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga