Berita Pilihan
Budaya

Tenun Troso Menjaga Keterampilan Ikat dari Desa Pecangaan

Redaksi ·

Kain Tenun Troso dari Jepara, didokumentasikan 6 Agustus 2017. Foto: Muhamad Febri Akbar Perkasa; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tenun_Troso,_Seni_Kain_Tradisional_asal_Kota_Ukir.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Kain Tenun Troso dari Jepara, didokumentasikan 6 Agustus 2017. Foto: Muhamad Febri Akbar Perkasa; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tenun_Troso,_Seni_Kain_Tradisional_asal_Kota_Ukir.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Muhamad Febri Akbar Perkasa / Wikimedia Commons / CC BY-SA 4.0

Tenun Troso tumbuh di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Identitasnya melekat pada proses ikat: bagian benang direncanakan, diikat, dan diwarnai sebelum disusun kembali di alat tenun.

Data Warisan Budaya Takbenda Kementerian Kebudayaan mencatat Tenun Troso sebagai kemahiran dan kerajinan tradisional Jawa Tengah. Penetapannya tercantum dalam keputusan 414/P/2022.

Pemerintah Kabupaten Jepara mencatat keterampilan menenun diwariskan turun-temurun, mula-mula melalui tenun gendong, berkembang ke tenun pancal, lalu menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Urutan ini menunjukkan bahwa tradisi juga berubah mengikuti kebutuhan pembuatnya.

Lima unsur motif dasar yang disebut pemerintah daerah ialah Kedawung, Ampel, Mbelik Boyolali, Sicengkir, dan Gapura Mantingan. Perajin dapat mengembangkan komposisi, warna, dan produk, tetapi asal serta pengetahuan lokal tetap penting untuk dikenali.

Proses ikat menuntut perencanaan karena motif dibentuk sebelum penenunan selesai. Ketelitian saat mengikat dan mencelup menentukan bagaimana warna bertemu ketika benang pakan atau lungsin disusun di alat tenun.

Perlindungan indikasi geografis membantu menghubungkan nama Tenun Troso dengan tempat, mutu, dan reputasinya. Bagi pembeli, informasi asal, bahan, pembuat, dan cara produksi lebih bermakna daripada sekadar label motif etnik.

Foto utama merekam satu contoh kain pada Agustus 2017. Satu foto tidak mewakili seluruh variasi motif, warna, bahan, ukuran, maupun perubahan desain yang dikerjakan para perajin Troso.

Sumber: Data Pokok Kebudayaan, “Tenun Troso”, https://budaya.data.kemdikbud.go.id/wbtb/objek/AA001653 ; Bappeda Kabupaten Jepara, “Tenun Troso Jepara Mendapat Pengakuan Sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkum”, https://bappeda.jepara.go.id/tenun-troso-jepara-mendapat-pengakuan-sertifikat-indikasi-geografis-dari-kemenkum/ ; Keputusan Bupati Jepara Nomor 430/100 Tahun 2024, https://jdih.jepara.go.id/produk_hukum/kepbup/SK%20BUPATI%20NO%20100%20TH%202024.pdf . Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan artikel budaya evergreen. Foto oleh Muhamad Febri Akbar Perkasa, 6 Agustus 2017, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tenun_Troso,_Seni_Kain_Tradisional_asal_Kota_Ukir.jpg dengan lisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga