Tapis Lampung Menyatukan Tenun, Benang Logam, dan Busana Upacara
Redaksi ·

Foto: The Metropolitan Museum of Art / Wikimedia Commons / CC0
Tapis dikenal sebagai busana berbentuk kain atau rok upacara yang berkaitan dengan masyarakat Lampung. Koleksi museum memperlihatkan bahwa istilah ini tidak menunjuk satu desain tunggal, melainkan kelompok tekstil dengan bahan, warna, dan hiasan yang dapat berbeda.
Catatan The Metropolitan Museum of Art untuk sebuah tapis Lampung abad ke-19 menyebut bahan kapas dan benang berbalut emas. Objek lain dari masyarakat Abung dicatat menggunakan kapas, sutra, cermin, dan sulaman. Perbedaan itu mengingatkan bahwa pembaca tidak seharusnya menganggap semua tapis memiliki teknik atau komposisi yang sama.
Pada tekstil upacara, struktur kain dasar dan hiasan bekerja bersama. Tenunan membentuk bidang yang dapat dikenakan, sedangkan benang logam, sulaman, atau unsur reflektif memberi tekstur dan penekanan visual. Cara membaca benda perlu mencakup bagian belakang, sambungan, serta jejak pemakaian, bukan motif depan saja.
Fungsi upacara juga berarti tapis tidak dapat dipisahkan dari orang yang memakai dan aturan sosial di sekitarnya. Koleksi museum menyediakan bukti material, tetapi tidak selalu menjelaskan seluruh pengetahuan lisan, tata cara, atau perubahan makna yang hidup di komunitas Lampung.
Foto utama berasal dari koleksi terbuka The Met dan menampilkan rok upacara perempuan yang didata sebagai karya Lampung dari abad ke-18 atau lebih awal. Pembuatnya tidak tercatat pada metadata foto. Keterangan itu dipertahankan agar artikel tidak mengarang nama perajin.
Digitalisasi membuat detail tekstil dapat dipelajari dari jauh, tetapi layar tidak sepenuhnya menggantikan pengalaman melihat ukuran, kilau, dan struktur benda. Informasi museum juga terus diteliti; pembaca sebaiknya memperlakukan data tanggal dan atribusi sebagai catatan koleksi yang dapat diperbarui.
Menjaga tapis berarti memberi ruang bagi perajin dan komunitas sumber, sekaligus mendokumentasikan teknik, istilah lokal, dan konteks pemakaian secara teliti. Apresiasi yang bertanggung jawab tidak berhenti pada pola yang indah, melainkan mengakui pengetahuan di balik pembuatannya.
Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “Woman's Ceremonial Skirt (Tapis)”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/308254 ; The Metropolitan Museum of Art, “Tapis — Lampung people”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/855875 . Diakses 13 Oktober 2026.
Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan artikel budaya evergreen. Foto koleksi The Metropolitan Museum of Art, objek abad ke-18 atau lebih awal dengan pembuat tidak tercatat, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Woman%27s_Ceremonial_Skirt_(Tapis)_MET_DP145517.jpg dengan dedikasi CC0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/). Perubahan: diperkecil, dipotong seperlunya, dan dikonversi ke JPEG.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan