Japanning Membawa Kilau Lak Asia ke Meja Rias Boston melalui Cat dan Gesso
Redaksi Opinix ·

Foto: The Metropolitan Museum of Art, objek 40.37.2 — halaman objek https://www.metmuseum.org/art/collection/search/3429 — Open Access, public domain https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/ — perubahan: dipotong, diubah ukurannya, dan dikonversi ke JPEG 1200×600.
Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.
Sebuah meja rias buatan Boston sekitar 1740–1760 memperlihatkan bagaimana perajin Amerika kolonial menafsirkan kilau benda lak Asia. The Metropolitan Museum of Art mencatat objek itu dibuat dari maple, white pine, birch, dan kuningan dengan permukaan japanned.
Japanning bukan istilah untuk semua lak Asia. Victoria and Albert Museum menjelaskan bahwa kata japanned dipakai untuk imitasi Eropa atas lak Asia; pembedaan ini penting agar teknik tiruan tidak disamakan dengan bahan dan keahlian lak asli dari Asia Timur.
Pada meja rias koleksi Met, teknik itu dijelaskan sebagai penggunaan cat dan gesso berlapis emas untuk meniru permukaan mengilap. Dekorasi semacam ini populer di Boston kolonial, dan objek tersebut menjadi bagian dari satu kelompok furnitur yang diwariskan dalam keluarga Pickman di Salem, Massachusetts.
Bahan dasarnya menunjukkan bahwa efek visual mewah tidak hanya bergantung pada satu jenis kayu. Lapisan permukaan, warna, relief gesso, dan aksen logam bekerja bersama, sementara struktur meja tetap dibuat dari beberapa jenis kayu yang dicatat museum.
V&A menelusuri pertumbuhan minat Eropa setelah lebih banyak benda berlak masuk dari Asia sejak dekade 1670-an. Perajin menggunakan contoh impor dan pola cetak, termasuk buku A Treatise of Japaning and Varnishing yang terbit pada 1688.
Proses peniruan juga mengubah rupa benda sesuai selera setempat. V&A mencatat bahwa motif Barat, skala bunga atau burung yang tidak seimbang, dan warna tertentu dapat menjadi petunjuk bahwa sebuah karya dibuat di Eropa, bukan di Asia.
Catatan museum tidak mencantumkan nama pembuat meja rias Boston ini. Karena itu, artikel tidak mengarang atribusi; yang dapat dipastikan adalah rentang tanggal, lokasi pembuatan, bahan, teknik permukaan, dan riwayat perolehan yang tersedia di katalog.
Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):
The Metropolitan Museum of Art, “Dressing table”, objek 40.37.2
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/3429
Victoria and Albert Museum, “The influence of East Asian lacquer on European furniture”
https://www.vam.ac.uk/articles/east-asian-lacquer-influence
Catatan editorial: Artikel Redaksi Opinix membedakan japanning dari lak Asia asli. Citra objek dinyatakan public domain oleh API Open Access The Met; tidak ada pembuat yang disebut karena katalog tidak memberikannya.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan