Berita Pilihan
Budaya

Tahuri Mengubah Cangkang Kerang Menjadi Tanda Bunyi Maluku

Redaksi Opinix ·

Tahore atau tahuri, alat bunyi tradisional masyarakat pesisir Maluku, 2 Desember 2024. Dokumentasi benda, bukan konteks upacara atau cara memainkan; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Tahore atau tahuri, alat bunyi tradisional masyarakat pesisir Maluku, 2 Desember 2024. Dokumentasi benda, bukan konteks upacara atau cara memainkan; berkas diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: PenaTulip, 2 Desember 2024, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tahore_atau_Tahuri.jpg

Tahuri, yang juga dikenal sebagai tahore atau kuli bia di sejumlah tempat, merupakan alat bunyi dari cangkang kerang di Maluku. artikel ini melihatnya sebagai pertemuan bahan alam, keterampilan, dan fungsi sosial; tulisan ini bukan laporan pertunjukan terbaru.

Catatan Warisan Budaya Takbenda mencantumkan Tahuri dari Maluku dengan nomor objek AA000143. Basis data itu menempatkannya dalam ranah kemahiran dan kerajinan tradisional serta menghubungkannya dengan Sanggar Tahuri Kakoja di Hutumuri.

Cangkang dipilih dan dilubangi agar dapat ditiup sebagai terompet. Bentuk alami ruang cangkang memengaruhi resonansi, sementara ukuran, bukaan, cara meniup, dan pengalaman pemain menentukan karakter bunyi yang dihasilkan.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX menjelaskan tahuri pernah dipakai sebagai penanda dalam ritual, pela-gandong, sasi, perang, dan panggilan berkumpul. Fungsi tersebut menunjukkan bahwa bunyi dapat membawa pesan bersama, bukan sekadar menjadi unsur musik.

Dalam konteks tari Maku-maku, keterangan balai menyebut pemain tifa kerap meniup tahuri pada awal dan akhir sebagai tanda. Artinya, satu alat dapat mengatur urutan kegiatan sekaligus memberi warna bunyi pada pertunjukan.

Pelestarian tahuri tidak cukup dengan menyimpan cangkang. Pengetahuan memilih bahan, membuat lubang, menghasilkan tiupan, memahami kapan bunyi dipakai, dan meneruskan makna sosialnya memerlukan pelaku serta ruang belajar antargenerasi.

Foto pendamping memperlihatkan sebuah tahore atau tahuri pada 2 Desember 2024. Gambar mendokumentasikan benda, bukan cara memainkan, konteks upacara, asal cangkang, atau komunitas tertentu.

Sumber: Data Warisan Budaya Takbenda Kementerian Kebudayaan, “Tahuri”, https://budaya.data.kemdikbud.go.id/wbtb/objek/AA000143 ; Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, arsip tentang tahuri dan kebudayaan Maluku, https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpkw20/page/37/?cat=-1 ; Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, “Tari Maku-maku atau Mako-mako”, https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpkw20/tari-maku-maku-atau-mako-mako/

Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai artikel budaya, bukan berita pertunjukan terkini. Redaksi tidak membuat alat, merekam bunyi, atau mewawancarai pelaku. Istilah dan fungsi dapat berbeda antarkomunitas; foto hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga