Berita Pilihan
Budaya

Adinkra Menata Cap Simbol dalam Grid Kain Asante

Redaksi Opinix ·

Kain berkabung adinkra dari Kumasi, dikumpulkan pada 1817. Reproduksi diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Kain berkabung adinkra dari Kumasi, dikumpulkan pada 1817. Reproduksi diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Pembuat tidak diketahui; kain dikumpulkan Thomas Edward Bowdich pada 1817, Public Domain Mark 1.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Adinkra_cloth.JPG

Adinkra adalah tradisi grafis yang paling dikenal melalui kain bercap milik masyarakat Asante dan kelompok Akan lain di Ghana. National Museum of African Art menjelaskan bahwa sistem ini menjembatani ungkapan verbal dan visual, lalu muncul pula pada benda kayu, perhiasan, serta pemberat kuningan.

Pada kain, pembuat lebih dahulu menggambar garis tepi dan silang dengan tinta kaya besi menggunakan alat menyerupai sisir. Garis-garis itu membentuk bidang persegi panjang yang kemudian diisi satu simbol atau kelompok simbol dengan cap dari labu kering yang dipotong sesuai rancangan.

Koleksi Smithsonian menunjukkan bahwa kain besar disusun dari beberapa jalur kain yang disambung dan dapat dipisahkan oleh pita sulaman berwarna. Contoh The Metropolitan Museum of Art dari dekade 1960-an terdiri atas enam panel kain kuning dengan tujuh pola cap di dalam grid.

Secara historis, kain adinkra dipakai keluarga kerajaan Asante dalam masa berkabung. Koleksi museum juga mencatat pemakaiannya kemudian meluas ke perayaan sosial dan kesempatan nonpemakaman, sehingga fungsi sebuah kain perlu dibaca dari tanggal, pemakai, dan konteksnya.

Simbol dapat terkait dengan pepatah, gagasan kepemimpinan, ketahanan, atau nilai lain, tetapi maknanya tidak aman ditebak hanya dari bentuk. Dokumentasi pembuat, nama simbol, bahasa, dan catatan komunitas perlu menyertai interpretasi agar kain tidak diperlakukan sebagai katalog ikon tanpa konteks.

Foto pendamping memperlihatkan kain berkabung adinkra yang dikumpulkan di Kumasi pada 1817. Karya dua dimensi ini berada dalam domain publik dan gambar hanya diubah ukuran serta dikonversi ke JPEG.

Sumber: Smithsonian National Museum of African Art, “Wrapper”, https://africa.si.edu/collection/object/nmafa_74-31-12 ; Smithsonian, “Stamp”, https://africa.si.edu/collection/object/nmafa_2010-10-385 ; The Metropolitan Museum of Art, “Adinkra prestige cloth”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/687569 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Adinkra_cloth.JPG

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel budaya dan tidak menggunakan foto koleksi museum yang dibatasi. Reproduksi karya dua dimensi domain publik diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga