Berita Pilihan
Seni

Granulation Menyusun Butiran Emas Menjadi Permukaan Perhiasan

Redaksi Opinix ·

Fibula emas Etruska dengan detail hewan melalui granulasi, abad ketujuh sebelum Masehi, koleksi The Metropolitan Museum of Art. Ukuran diubah dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
Fibula emas Etruska dengan detail hewan melalui granulasi, abad ketujuh sebelum Masehi, koleksi The Metropolitan Museum of Art. Ukuran diubah dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: The Metropolitan Museum of Art / pembuat Etruska anonim, abad ke-7 SM, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gold_serpentine_fibula_(safety_pin)_with_animals_in_granulation_MET_DP119622.jpg

Granulation atau granulasi menghias permukaan logam dengan butiran kecil yang disusun menjadi garis, bidang, atau pola. The Metropolitan Museum of Art menggambarkan teknik itu sebagai penambahan detail dan relief melalui bola-bola logam kecil yang melekat pada dasar perhiasan.

Skala butiran membuat rancangan tampak seperti tekstur dari kejauhan, tetapi berubah menjadi susunan titik yang teratur ketika dilihat dekat. Keberhasilan visualnya bergantung pada keseragaman granula, jarak, irama pola, dan kemampuan menyatukannya tanpa menghilangkan bentuk bulat.

Teknik ini tidak hanya terkait satu kebudayaan. Koleksi The Met menunjukkan granulasi pada benda emas Mesir Kuno, perhiasan Etruska, serta karya Korea dari masa Silla. Masing-masing memiliki bentuk, fungsi, dan konteks arkeologis berbeda sehingga istilah teknis tidak boleh menghapus identitas budayanya.

Salah satu fibula Etruska abad ketujuh sebelum Masehi dalam koleksi The Met dibuat dari emas dan perak serta menampilkan hewan melalui granulasi. Fibula berfungsi sebagai pengait pakaian, sehingga benda itu menggabungkan kegunaan, status, dan keahlian pembuat.

Dokumentasi museum membantu pembaca membedakan granulasi dari filigree. Granulasi terutama membangun pola dengan butiran, sedangkan filigree memakai kawat logam halus; keduanya dapat hadir bersama pada satu perhiasan.

Foto pendamping memperlihatkan fibula emas Etruska berbentuk serpentin dengan detail hewan dari abad ketujuh sebelum Masehi, koleksi The Metropolitan Museum of Art. Reproduksi digitalnya dilepas dengan CC0.

Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “Gold Jewelry Techniques: Granulation”, 10 Agustus 2018, https://www.metmuseum.org/perspectives/gold-jewelry-techniques-granulation ; The Met, “Gold in Ancient Egypt”, https://www.metmuseum.org/essays/gold-in-ancient-egypt ; The Met, “Set of jewelry”, objek 256976, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/256976 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gold_serpentine_fibula_(safety_pin)_with_animals_in_granulation_MET_DP119622.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan sejarah teknik, bukan panduan reproduksi benda antik atau penilaian keaslian. Foto CC0 diubah ukuran dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga