Berita Pilihan
Seni

Mokuhanga Menyusun Cetakan Warna melalui Balok Kayu dan Gosokan Tangan

Redaksi Opinix ·

Demonstrasi proses pembuatan ukiyo-e di Edo-Tokyo Museum, 29 September 2026. Ukuran gambar diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Demonstrasi proses pembuatan ukiyo-e di Edo-Tokyo Museum, 29 September 2026. Ukuran gambar diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Artem.G, 29 September 2026, CC BY 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ukiyoe_printmaking_process.jpg

Mokuhanga berarti cetak balok kayu dalam bahasa Jepang. Pada tradisi ukiyo-e, gambar tidak langsung dipindahkan sekaligus: rancangan diurai menjadi garis dan bidang warna, lalu setiap bagian dipahat pada balok yang akan dicetak berurutan.

The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa gambar seniman dipindahkan ke kertas tipis dan ditempel pada permukaan balok kayu ceri. Pemahat membuang bagian yang tidak akan menerima tinta, menyisakan garis atau bidang yang menonjol.

Warna berbeda biasanya memerlukan balok atau permukaan cetak tersendiri. Tanda registrasi membantu kertas kembali ke posisi yang sama, sehingga lapisan warna tidak bergeser ketika dicetak satu demi satu.

Tinta atau pigmen berbasis air dibubuhkan pada balok, lalu kertas ditekan dari belakang menggunakan baren, alat gosok berbentuk cakram. Tekanan tangan, kelembapan kertas, jumlah pigmen, dan urutan lapisan memengaruhi ketajaman serta nada hasil akhir.

Proses historis sering melibatkan pembagian kerja antara perancang, pemahat, pencetak, dan penerbit. Karena itu, satu lembar cetak dapat menjadi hasil koordinasi banyak keterampilan, walaupun nama seniman perancang paling sering dikenal pembaca.

Foto pendamping memperlihatkan demonstrasi proses pembuatan ukiyo-e untuk karya Plum Park in Kameido di Edo-Tokyo Museum pada 29 September 2026. Gambar menampilkan materi proses, bukan bengkel produksi zaman Edo.

Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “Woodblock Prints in the Ukiyo-e Style”, https://www.metmuseum.org/essays/woodblock-prints-in-the-ukiyo-e-style ; Victoria and Albert Museum, “Japanese woodblock prints (ukiyo-e)”, 17 April 2024, https://www.vam.ac.uk/articles/japanese-woodblock-prints-ukiyo-e ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ukiyoe_printmaking_process.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel teknik seni, bukan laporan pameran terbaru. Foto CC BY 4.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga