Litografi Membangun Gambar dari Pertemuan Permukaan Datar, Air, dan Tinta
Redaksi Opinix ·

Foto: James McNeill Whistler / The Metropolitan Museum of Art / CC0 1.0
Litografi tidak bergantung pada bagian kayu yang ditinggikan atau alur logam yang menyimpan tinta. Teknik ini termasuk cetak datar: gambar dibentuk pada permukaan yang memperlakukan air dan bahan berminyak secara berbeda.
Menurut penjelasan Victoria and Albert Museum, seniman menggambar atau melukis dengan tinta berminyak pada batu, atau pelat logam seperti seng dan aluminium. Batu merupakan permukaan tradisional, sedangkan pelat logam kemudian banyak digunakan.
Permukaan diproses agar bagian kosong menerima air. Ketika dibasahi dan diberi tinta, tinta melekat pada bagian bergambar yang berminyak, lalu gambar dipindahkan ke kertas melalui mesin pres. Penambahan warna memerlukan tahapan cetak berikutnya.
Esai Colta Ives untuk The Metropolitan Museum of Art menempatkan penemuan litografi oleh Alois Senefelder di Jerman sekitar 1796. Kemudahan produksi dan distribusinya membuka pemakaian untuk gambar seni, ilustrasi, dan kebutuhan komersial.
Jangkauan ekspresinya tidak berhenti pada garis tegas. Dalam Nocturne: The Thames at Battersea tahun 1878, James McNeill Whistler bekerja langsung pada batu dan memakai sapuan tinta untuk membangun suasana atmosferik di Sungai Thames.
The Met menggolongkan karya tersebut sebagai lithotint dengan pengerikan pada dasar setengah nada. Contoh ini memperlihatkan pentingnya membaca medium secara rinci: sesama cetakan belum tentu menggunakan proses atau cara membentuk gelap-terang yang sama.
Perkembangan cetak berwarna dan bidang cetak yang lebih besar turut memperluas dunia poster pada akhir abad ke-19. Litografi dengan demikian dapat dibaca sekaligus sebagai teknik menggambar, penggandaan citra, dan bagian dari sejarah komunikasi visual.
Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):
Victoria and Albert Museum, What is print?, diperbarui 17 April 2024
https://www.vam.ac.uk/articles/what-is-print
The Met, Colta Ives, Lithography in the Nineteenth Century, Oktober 2004
https://www.metmuseum.org/essays/lithography-in-the-nineteenth-century
The Met, Nocturne (Nocturne: The Thames at Battersea), 17.3.159
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/337702
Catatan editorial: Jenis: tulisan latar/evergreen (artikel nonaktual), bukan berita terbaru. Kurasi referensi museum oleh Redaksi Opinix; tidak mengklaim wawancara seniman atau kunjungan pameran.
Foto dokumentasi / ilustrasi: Reproduksi digital Nocturne (Nocturne: The Thames at Battersea), James McNeill Whistler, 1878. The Met, 17.3.159; Harris Brisbane Dick Fund, 1917. Tanggal pemotretan digital tidak dicantumkan.
Pembuat: James McNeill Whistler.
Halaman foto:
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/337702
Lisensi atau dasar izin: CC0 1.0 / public domain.
https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Perubahan: Ukuran diperkecil bila diperlukan, orientasi EXIF disesuaikan, lalu dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa penambahan objek atau manipulasi isi.
Dasar Open Access The Met:
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan