Berita Pilihan
Warisan

Vas Ayam Bucchero Mempertemukan Keramik Hitam dan Abjad Etruskan

Redaksi Opinix ·

Vas terakota Etruskan berbentuk ayam jantan, sekitar 650–600 SM, koleksi The Met 24.97.21a, b. Foto dokumentasi koleksi; tanggal pemotretan dan nama fotografer tidak disebutkan.
Vas terakota Etruskan berbentuk ayam jantan, sekitar 650–600 SM, koleksi The Met 24.97.21a, b. Foto dokumentasi koleksi; tanggal pemotretan dan nama fotografer tidak disebutkan.
Foto: The Metropolitan Museum of Art / CC0 1.0

Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.

Sebuah vas kecil berbentuk ayam jantan menyimpan petunjuk tentang hubungan kerajinan dan kegiatan menulis di dunia Etruskan. Benda koleksi The Metropolitan Museum of Art ini diperkirakan berasal dari sekitar 650–600 SM. Pada permukaannya terukir 26 huruf abjad Etruskan.

Vas itu dibuat dari terakota dengan teknik bucchero. Penjelasan museum menyebut jenis keramik ini berkembang di Etruria, wilayah yang kini dikenal sebagai Tuscany. Permukaan yang agak mengilap serta tanah liat yang menghitam hingga ke bagian dalam merupakan cirinya, dihasilkan melalui pembakaran lambat.

Bentuk burungnya tidak semata hiasan. Kepala dapat dilepas sebagai penutup dan bisa dihubungkan dengan tubuh memakai tali. Ekor yang kini hilang diperkirakan melengkung ke bawah sebagai penyangga ketiga. Detail tersebut membantu memperlihatkan rancangan wadah sebagai benda yang digunakan, bukan hanya dilihat.

Menurut museum, vas ini mungkin merupakan tempat tinta. Kata mungkin penting dipertahankan: fungsi itu merupakan penafsiran kuratorial, bukan kepastian dari catatan pemiliknya. Kehadiran urutan huruf membuat hubungan benda dengan praktik belajar menulis menarik untuk dipahami, tanpa perlu mengarang siapa pengguna pertamanya.

Bucchero juga dibuat dalam skala dan bentuk berbeda. Sebuah column-krater koleksi museum, bertarikh sekitar 560–500 SM, tingginya 41 sentimeter dan memakai bucchero pesante atau bucchero berat. Wadah pencampur anggur dan air itu memiliki enam penghubung dekoratif antara bahu dan bibir, bukan dua yang lazim.

Pada krater tersebut, penghubung besar dihias singa melangkah, sedangkan bagian kecil menampilkan sosok prajurit. Museum mengaitkan bentuknya dengan contoh logam dan keramik Korintus yang diolah menjadi bentuk campuran baru. Dua benda ini memperlihatkan bahwa keramik hitam Etruskan tidak terbatas pada satu ukuran, fungsi, atau pendekatan ragam hias.

Sumber (diperiksa 18 Oktober 2026 WIB):

The Met, Terracotta vase in the shape of a cockerel, 24.97.21a, b

https://www.metmuseum.org/art/collection/search/251482

The Met, Terracotta column-krater, 16.174.8

https://www.metmuseum.org/art/collection/search/249099

Foto dokumentasi / ilustrasi: Vas terakota Etruskan berbentuk ayam jantan, sekitar 650–600 SM, koleksi The Met 24.97.21a, b. Foto dokumentasi koleksi; tanggal pemotretan dan nama fotografer tidak disebutkan.

Pembuat/kredit: The Metropolitan Museum of Art; pembuat vas Etruskan tidak tercatat; fotografer tidak disebutkan.

Halaman foto:

https://www.metmuseum.org/art/collection/search/251482

Lisensi atau dasar izin: CC0 1.0 / Public domain.

https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/

Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan atau perubahan isi.

Dasar Open Access The Met:

https://www.metmuseum.org/hubs/open-access

Catatan editorial: Disusun Redaksi Opinix dengan bantuan AI melalui kurasi sumber primer yang diperiksa. Bukan laporan kunjungan lapangan atau wawancara sendiri. Foto dokumentasi dibedakan dari keadaan saat ini. Perkiraan fungsi vas dan rekonstruksi bagian yang hilang tetap dinyatakan sebagai penafsiran museum.

Baca juga