Berita Pilihan
Budaya

Brokat Menambahkan Benang Pola di Atas Struktur Dasar Tenunan

Redaksi Opinix ·

Dua orang mengoperasikan alat tenun besar untuk membuat pola brokat, 30 Juni 2010. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Dua orang mengoperasikan alat tenun besar untuk membuat pola brokat, 30 Juni 2010. Ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Anne Oeldorf-Hirsch, 30 Juni 2010, CC BY 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Brocade_loom.jpg

Brokat adalah keluarga kain berpola yang motifnya dibangun sebagai bagian dari proses menenun, bukan gambar yang ditempel setelah kain selesai. Catatan koleksi museum kerap menjelaskannya melalui benang pakan tambahan yang melayang atau diikat pada struktur dasar.

Pada tenunan dasar, benang lungsin memanjang dan benang pakan melintas di antaranya. Pakan tambahan dapat muncul hanya pada bagian yang membentuk motif, sehingga warna, kilau, dan relief berbeda dari bidang latar tanpa harus menutupi seluruh lebar kain.

Bahan brokat sangat beragam. Koleksi Metropolitan Museum of Art mencatat contoh wol pada kantong garam Iran, sutra dengan benang logam pada fragmen Italia abad ke-16, serta sutra satin berpola pakan tambahan dan benang metalik pada tekstil Tiongkok abad ke-18.

Keragaman itu membuat brokat tidak tepat diperlakukan sebagai satu gaya visual tunggal. Istilah teknis perlu dibaca bersama asal, periode, serat, struktur tenun, fungsi benda, dan nama lokal karena teknik yang tampak serupa dapat berkembang dalam tradisi berbeda.

Alat tenun besar atau sistem Jacquard dapat membantu mengendalikan pengangkatan benang untuk pola rumit, tetapi keterampilan tetap mencakup perancangan motif, pemilihan bahan, pengaturan tegangan, dan penyelesaian bagian belakang. Benang tambahan yang panjang juga dapat mudah tersangkut jika kain digunakan tanpa mempertimbangkan fungsinya.

Foto pendamping memperlihatkan dua orang mengoperasikan alat tenun besar untuk membuat pola brokat pada 30 Juni 2010. Lokasi dan tradisi spesifik tidak dijadikan dasar untuk menggeneralisasi seluruh brokat.

Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “Salt Bag”, objek 2015.490.4, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/681543 ; The Met, “Fragment of brocaded silk with imitation slashing”, objek 36.90.1377, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/224460 ; The Met, “Textile with Floral Scroll”, objek 51.83.3, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/52523 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Brocade_loom.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel budaya dan menggunakan contoh museum untuk menunjukkan variasi, bukan menetapkan satu tradisi sebagai asal semua brokat. Foto CC BY 2.0 diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga