Berita Pilihan
Seni

Parian Ware Membawa Tampilan Marmer ke Patung Porselen Era Victoria

Redaksi Opinix ·

The Greek Slave, patung kecil Parian porcelain buatan Minton and Company, 1849. Ukuran diubah dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
The Greek Slave, patung kecil Parian porcelain buatan Minton and Company, 1849. Ukuran diubah dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: The Metropolitan Museum of Art, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:The_Greek_Slave_MET_ADA5387.jpg

Parian ware adalah badan porselen tanpa glasir yang dikembangkan di Inggris pada dekade 1840-an. Permukaannya yang pucat dan halus dihargai karena menyerupai marmer putih, meskipun bahan serta proses pembuatannya berbeda dari batu alam.

The Metropolitan Museum of Art mencatat bahan ini dapat dituangkan ke cetakan untuk membentuk rupa yang rumit. Teknik itu membuka jalan bagi produksi patung kecil, bust tokoh, dan benda dekoratif dalam jumlah lebih banyak daripada pahatan marmer satu per satu.

Nama Parian merujuk pada asosiasinya dengan marmer Pulau Paros yang dikenal dalam seni Yunani dan Romawi. Tampilan tersebut membuat Parian ware cocok dengan selera Victoria terhadap bentuk klasik, tetapi juga dipakai untuk tokoh kontemporer dan adegan sentimental.

Salah satu contoh di koleksi The Met adalah patung kecil The Greek Slave yang diproduksi Minton and Company pada 1849 berdasarkan karya Hiram Powers. Tingginya sekitar 36,8 sentimeter dan medianya dicatat sebagai Parian porcelain.

Kemampuan cetak memperluas akses terhadap reproduksi patung, namun hasilnya tetap membawa keputusan artistik dan industri: pilihan model, skala, sambungan cetakan, penyelesaian permukaan, serta pasar yang dituju. Keserupaan dengan marmer merupakan efek material, bukan klaim bahwa benda tersebut dipahat dari batu.

Foto pendamping memperlihatkan The Greek Slave buatan Minton and Company pada 1849 dalam koleksi Metropolitan Museum of Art. Citra digitalnya tersedia melalui dedikasi CC0.

Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “The Lord’s Prayer”, ca. 1847, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/729642 ; The Metropolitan Museum of Art, “Human-headed winged lion and bull”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/918262 ; The Met, “The Greek Slave”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/4140 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:The_Greek_Slave_MET_ADA5387.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan sejarah material, bukan kabar pameran terbaru. Foto CC0 diubah ukuran dan dikompresi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga