Berita Pilihan
Seni

Marquetry Jerami Menyusun Kilau Alami Menjadi Pola Permukaan

Redaksi Opinix ·

Kabinet dengan marquetry jerami, difoto pada 2013. Foto ilustrasi penerapan modern; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Kabinet dengan marquetry jerami, difoto pada 2013. Foto ilustrasi penerapan modern; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Ray Main, 2013, CC BY 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/3.0/), izin VRT 2014051410004443 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gosling_-_Straw_Marquetry_Cabinet.jpg

Marquetry jerami memakai batang jerami yang dibelah, diratakan, lalu disusun pada permukaan untuk membentuk gambar atau pola. Kilau datang dari permukaan alami bahan; arah potongan dan susunan membuat cahaya dipantulkan secara berbeda meski warna jeraminya sama.

Swiss Straw Foundation menjelaskan bahwa batang dapat dilunakkan, diratakan, dan kadang dikikis menjadi pita. Pita kemudian direkatkan pada kertas pembawa sebelum dipotong menjadi bentuk; hasilnya dapat diterapkan sebagai inlay, onlay, mosaik, atau susunan geometris.

Sebuah kotak teh Inggris dari kuartal ketiga abad ke-18 dalam koleksi Metropolitan Museum of Art menunjukkan kecermatan pemotongan. Lapisan jerami terang dan gelap ditumpuk lalu dipotong bersama, sehingga menghasilkan dua dekorasi identik yang dipasang berlawanan: motif gelap di dasar terang dan sebaliknya.

Bahan sederhana tidak berarti pengerjaannya longgar. Setiap pita perlu rata, tepi harus bertemu bersih, dan arah serat dipilih agar pola tetap terbaca. Lem, kertas pembawa, serta permukaan dasar ikut menentukan apakah lembaran menempel tanpa gelembung atau celah.

Marquetry berbeda dari anyaman jerami. Anyaman mengunci helai melalui jalinan, sedangkan marquetry membangun gambar dari potongan yang direkatkan pada bidang. Beberapa benda historis memang menggabungkan teknik, sehingga identifikasi sebaiknya mengikuti catatan koleksi, bukan hanya penampilan.

Foto pendamping memperlihatkan kabinet marquetry jerami karya desain Tim Gosling yang difoto Ray Main pada 2013. Foto menunjukkan penerapan modern, bukan kotak teh abad ke-18 yang dibahas dalam sumber museum.

Sumber: Swiss Straw Foundation, “Marquetry/Inlay”, diakses 21 Oktober 2026, https://www.strohstiftung.ch/deutsch-1/kunsthandwerk/marketerie-intarsien/ ; Metropolitan Museum of Art, “Tea caddy”, objek 11.117.14, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/191751 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gosling_-_Straw_Marquetry_Cabinet.jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni, bukan laporan pameran terbaru. Foto CC BY 3.0 dengan izin VRT diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga