Berita Pilihan
Seni

Pameran Nasirun Mempertemukan Karya Sang Perupa dengan Para Gurunya

Redaksi Berita Pilihan ·

Gedung Galeri Nasional Indonesia, 6 Oktober 2013; bukan ruang Pameran Nasirun 2026. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Gedung Galeri Nasional Indonesia, 6 Oktober 2013; bukan ruang Pameran Nasirun 2026. Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Chongkian / Wikimedia Commons — CC BY-SA 3.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:National_Gallery_of_Indonesia.JPG

Pameran “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” berlangsung di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 13 September–11 Oktober 2026. Pameran temporer ini disusun sebagai penghormatan atas perjalanan artistik Nasirun, yang berpulang pada 1 Agustus 2026.

Gagasan utamanya berangkat dari keinginan Nasirun yang belum sempat terwujud: berpameran bersama para perupa yang dianggap sebagai guru dalam perjalanan artistiknya. Karya Nasirun karena itu dipertemukan dengan jejak visual para pendahulu, bukan ditampilkan sebagai perjalanan yang berdiri sendiri.

Galeri Nasional menunjuk Aminudin TH Siregar, Agung Hujatnikajennong, Citra Smara Dewi, dan Dio Pamola Chandra sebagai kurator. Tajuk “bersimpuh” dipakai untuk menekankan kesediaan belajar dan mengingat sumber pengetahuan, bukan kepatuhan tanpa berpikir.

Dokumentasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat 105 koleksi dalam pameran, mencakup lukisan, karya tiga dimensi, memorabilia, peci, dan foto. Di antara karya yang disebut ialah “Persembahan untuk Bathara Guru” (1999), “Tahta untuk Petruk” (2015), “Realis yang Semurni-Murninya” (2018), dan peci pertama yang dilukis Nasirun pada 2023.

Pameran dibuka untuk umum pada Selasa–Kamis pukul 10.00–18.00 WIB dan Jumat–Minggu pukul 10.00–20.00 WIB; Galeri Nasional tutup pada Senin. Pengunjung yang hendak datang pada hari-hari terakhir sebaiknya memeriksa informasi kunjungan resmi karena kapasitas atau ketentuan dapat berubah.

Bentuk pameran ini menggeser perhatian dari gagasan “seniman tunggal” menuju hubungan belajar antargenerasi. Namun, artikel ini tidak menilai kualitas karya atau pengalaman ruang secara langsung karena redaksi tidak berada di lokasi; uraian terbatas pada konsep, koleksi, dan informasi kunjungan yang terdokumentasi.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia, “Pameran NASIRUN (1965–2026): BERSIMPUH DI KAKI PARA GURU”, diakses 9 Oktober 2026, https://gni.kemenbud.go.id/program/pameran/pameran-nasirun-1965-2026-bersimpuh-di-kaki-para-guru ; Beritajakarta, “Mengenang Maestro Seni Rupa Nasirun di Galeri Nasional”, 24 September 2026, https://www.beritajakarta.id/potret-jakarta/album/20074/mengenang-maestro-seni-rupa-nasirun-di-galeri-nasional ; halaman foto Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:National_Gallery_of_Indonesia.JPG

Catatan editorial: Artikel ini merupakan artikel agenda berdasarkan informasi resmi penyelenggara dan dokumentasi pemerintah; redaksi tidak mengunjungi pameran dan tidak menyatakan foto sebagai dokumentasi acara. Foto menampilkan gedung Galeri Nasional Indonesia pada 6 Oktober 2013—bukan ruang Pameran Nasirun 2026—karya Chongkian, berlisensi CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/). Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.

Baca juga