Petruk Mantu Membawa Jurnalis dan Wayang Orang ke Satu Panggung
Redaksi Opinix ·

Foto: Fhikri Latifi; 3 Desember 2024; CC0 1.0; diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paraga_Petruk_Wayang_Wong_Sriwedari.jpg
Galeri Indonesia Kaya menjadwalkan pertunjukan “Petruk Mantu” pada 10–17 Oktober 2026. Pertunjukan gratis dengan bimbingan orang tua ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-13 Galeri Indonesia Kaya.
Produksi tersebut mempertemukan program Wayang Jurnalis, Wayang Orang Bharata, dan dalang cilik Kitama Arturo. Wayang Jurnalis memberi ruang kepada pekerja media untuk terlibat dalam proses seni pertunjukan dan kembali hadir setelah vakum sejak 2020.
Lakon berkisah tentang usaha Petruk meminang Putri Nilowati untuk putranya, Lengkungkusumo. Komedi muncul karena sang putri juga menjadi dambaan Prabu Pudaksi, tokoh yang digambarkan garang dan congkak oleh penyelenggara.
Wayang Orang Bharata berdiri pada 5 Juli 1972 dan beranggotakan sekitar 150 orang, mulai dari penari, pemusik, sinden, hingga kru belakang panggung. Kelompok ini mempertahankan kegiatan pertunjukan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sambil membawa karyanya ke berbagai panggung.
Kitama disebut berusia 12 tahun dan mulai tertarik pada wayang sejak umur enam tahun. Keterlibatannya menambah jalur pewarisan antargenerasi, sementara kolaborasi dengan jurnalis memperluas pihak yang ikut mengalami proses produksi, bukan hanya menontonnya.
Sumber: Indonesia Kaya, “Petruk Mantu oleh Wayang Jurnalis Bersama Kitama”, https://indonesiakaya.com/event/petruk-mantu-oleh-wayang-jurnalis-bersama-kitama/ ; foto ilustrasi tokoh Petruk: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paraga_Petruk_Wayang_Wong_Sriwedari.jpg
Catatan editorial: Artikel ini merangkum informasi penyelenggara dan tidak mengklaim telah menyaksikan pementasan. Foto Petruk dari Wayang Orang Sriwedari bukan dokumentasi produksi “Petruk Mantu” 2026.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan