Glasir Garam Membentuk Permukaan Kaca pada Stoneware di Dalam Tungku
Redaksi Opinix ·

Foto: The Metropolitan Museum of Art, sekitar 1760, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Teapot_MET_DP-12529-031.jpg
Glasir garam adalah cara membentuk lapisan kaca langsung ketika stoneware dibakar pada suhu tinggi. Garam dimasukkan ke tungku panas, lalu unsur natriumnya bereaksi dengan silika pada badan tanah liat dan menghasilkan permukaan yang mengilap serta kerap berbintik halus.
National Museum of American History menjelaskan bahwa tradisi ini dibawa ke Amerika oleh pembuat gerabah imigran dari Eropa Tengah. Bahan stoneware dibakar sekitar 1.200–1.300 derajat Celsius hingga memadat, sementara garam kasar di dalam tungku membentuk permukaan kaca pada benda.
Warna kobalt sering dipakai untuk dekorasi karena mampu bertahan pada suhu pembakaran stoneware. Museum mencatat wadah seperti kendi, tempayan, dan pendingin air pernah menjadi perlengkapan penting untuk menyimpan serta menyiapkan makanan sebelum pendinginan dan pengalengan modern mengurangi kebutuhannya.
Sebuah teko Staffordshire sekitar 1760 dalam koleksi The Metropolitan Museum of Art menunjukkan pemakaian stoneware berlapis glasir garam pada benda meja. Katalog museum mengelompokkannya sebagai keramik Inggris dan gambar objeknya berstatus domain publik melalui kebijakan Open Access.
Teknik ini tidak sama dengan menaburkan garam pada benda yang sudah selesai. Reaksi berlangsung di lingkungan tungku dan memerlukan pengendalian pembakaran; pekerjaan tersebut bukan percobaan rumah tangga karena suhu tinggi, uap, dan bahan tungku membutuhkan fasilitas serta prosedur keselamatan profesional.
Foto pendamping memperlihatkan teko Staffordshire sekitar 1760 dari koleksi The Met. Berkas digital disumbangkan ke Wikimedia Commons melalui proyek Open Access dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Sumber: National Museum of American History, ‘Stoneware water cooler’, https://americanhistory.si.edu/collections/object/nmah_573499 ; ‘Stoneware Water Cooler’, https://www.americanhistory.si.edu/collections/object/nmah_573532 ; The Metropolitan Museum of Art, ‘Teapot’, sekitar 1760, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/197596 ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Teapot_MET_DP-12529-031.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan teknik material, bukan petunjuk melakukan pembakaran. Foto koleksi The Metropolitan Museum of Art dilepas dengan CC0 1.0; ukuran diubah dan dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan