Berita Pilihan
Budaya

Tenun Baduy Menautkan Sandang, Keterampilan, dan Pengetahuan Perempuan

Redaksi ·

Kain tenun Baduy dari Lebak, Banten, didokumentasikan 8 September 2022. Foto: SATELIT BM; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kain_Tenun_Baduy_Lebak_Banten_Indonesia.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Kain tenun Baduy dari Lebak, Banten, didokumentasikan 8 September 2022. Foto: SATELIT BM; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kain_Tenun_Baduy_Lebak_Banten_Indonesia.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: SATELIT BM / Wikimedia Commons / CC BY-SA 4.0

Tenun Baduy berasal dari komunitas Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Kain ini berkaitan dengan kebutuhan sandang, kerja rumah tangga, keterampilan tangan, serta pengetahuan yang diteruskan di dalam komunitas.

Publikasi Museum Multatuli menempatkan kegiatan menenun dalam kehidupan perempuan Baduy. Uraian tersebut mengingatkan bahwa kain tidak lahir hanya sebagai benda jual, tetapi dari pembagian pengetahuan, waktu, dan tanggung jawab sosial.

Proses menenun menyatukan banyak keputusan: menyiapkan benang, mengatur ketegangan, menyusun jalur warna dan motif, menjalankan alat, lalu merawat hasil. Kemahiran muncul dari koordinasi gerak dan pengulangan, bukan dari pola visual semata.

Bahan, warna, motif, alat, penggunaan, dan cara perawatan termasuk pengetahuan tak berwujud yang menyertai kain. Karena itu, menyalin tampilan tanpa menyebut pembuat dan konteks dapat menghilangkan sebagian besar nilai kebudayaannya.

Istilah “Tenun Baduy” juga tidak berarti setiap kain identik. Perbedaan pembuat, tujuan penggunaan, bahan yang tersedia, dan praktik di wilayah komunitas dapat menghasilkan variasi yang tidak tepat diringkas menjadi satu motif baku.

Pembeli dapat menjaga transparansi dengan menanyakan pembuat, asal, bahan, dan jalur penjualan. Informasi tersebut membantu penghargaan sampai kepada perajin dan mencegah barang produksi massal dipasarkan seolah-olah mempunyai asal yang sama.

Foto utama dibuat pada 8 September 2022 dan memperlihatkan satu contoh kain. Gambar tidak dimaksudkan sebagai katalog lengkap motif maupun penetapan penggunaan adat tertentu tanpa keterangan pembuat.

Sumber: Museum Multatuli, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, “Tenun Baduy”, https://museummultatuli.id/publikasi/tenun-baduy/ ; Umaira Fambayun, buku “Tenun Baduy”, Museum Multatuli, 2019, dirujuk pada halaman tersebut. Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan artikel budaya evergreen dan tidak menggeneralisasi seluruh praktik komunitas Baduy. Foto oleh SATELIT BM, 8 September 2022, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kain_Tenun_Baduy_Lebak_Banten_Indonesia.jpg dengan lisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga