Berita Pilihan
Warisan

Songket Malaysia Membentuk Kilau lewat Sisipan Benang Tambahan

Redaksi Opinix ·

Perempuan Melayu menenun songket dengan kek di Alor Setar, Kedah, pada dekade 1950-an atau 1960-an. Berkas diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Perempuan Melayu menenun songket dengan kek di Alor Setar, Kedah, pada dekade 1950-an atau 1960-an. Berkas diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: British Official Photograph/Museum of Archaeology and Anthropology, University of Cambridge, 1950-an atau 1960-an, CC0 1.0 (https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Wanita_Melayu,_Alor_Star,_Kedah_Menenun_Songket.png

Songket Malaysia tercantum pada Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO sejak 2021. Pencatatan itu secara khusus merujuk pada nominasi Malaysia, bukan penetapan kepemilikan tunggal atas seluruh tradisi songket yang juga dikenal di berbagai bagian Asia Tenggara.

UNESCO menjelaskan songket sebagai kain tradisional yang ditenun tangan oleh perempuan di Semenanjung Melayu dan Sarawak. Efek hiasnya dibuat dengan menyisipkan benang emas atau perak di antara benang dasar, sehingga benang tambahan tampak mengambang di atas latar kain berwarna.

Pengerjaannya memakai kek, alat tenun lantai tradisional dengan dua pedal. Kain dapat memerlukan waktu berbulan-bulan karena penenun harus menjaga susunan benang dasar sekaligus membentuk motif dari benang tambahan dengan ketelitian tinggi.

Motif songket Malaysia dikenali melalui bentuk geometris dan unsur alam seperti bunga, burung, serta serangga. Dahulu kain ini terutama dikenakan keluarga kerajaan. Kini pemakaiannya meluas pada busana upacara, pernikahan, kelahiran, perayaan, dan kegiatan resmi negara.

Pengetahuan menenun diwariskan antargenerasi dan terutama berada di tangan perempuan. Laki-laki juga terlibat dengan membuat peralatan tenun. Rantai pengetahuan itu menunjukkan bahwa pelestarian tidak hanya menyimpan kain jadi, tetapi juga memerlukan penenun, pembuat alat, bahan, kosakata motif, dan ruang belajar.

Membaca daftar UNESCO perlu disertai konteks. Nama unsur pada daftar mengikuti berkas negara pengusul dan komunitas yang dinominasikan. Karena itu, artikel ini membahas deskripsi resmi untuk Malaysia serta tidak menghapus keberadaan tradisi songket di Indonesia, Brunei, Thailand, Filipina, dan wilayah lain.

Sumber: UNESCO Intangible Cultural Heritage, Songket — https://ich.unesco.org/en/RL/songket-01505 ; Keputusan UNESCO 16.COM 8.b.22 — https://ich.unesco.org/en/Decisions/16.com/8.b.22 ; Department of National Heritage Malaysia, Songket — https://www.heritage.gov.my/en/vi-songket.html

Catatan editorial: Tulisan ini adalah artikel budaya, bukan klaim asal-usul atau kepemilikan eksklusif. Cakupan UNESCO yang dibahas adalah nominasi Malaysia tahun 2021 sebagaimana tertulis pada sumber resmi.

Baca juga