Scagliola, Ketika Bahan Racikan Menghadirkan Kesan Marmer
Redaksi Opinix ·

Foto: The Metropolitan Museum of Art / CC0 1.0
Tulisan latar / evergreen nonaktual — bukan berita terbaru.
Permukaan yang tampak seperti marmer belum tentu dipotong dari batu marmer. Pada teknik scagliola, kesan itu dapat dibangun melalui racikan bahan. Victoria and Albert Museum menjelaskan penggunaan bubuk selenit, pigmen, serta lem alami untuk menghasilkan efek visual menyerupai marmer.
Dalam materi yang diterbitkan 18 Juli 2025, V&A memperkenalkan proses kerja bengkel keluarga Bianco Bianchi di Firenze. Mereka mereplikasi bagian dari meja Warwick Castle dalam koleksi museum. Contoh ini memperlihatkan bahwa mempelajari benda bersejarah juga dapat melibatkan pembuatan ulang tekniknya.
Penjelasan museum menyebut keluarga tersebut menekuni scagliola sejak 1960-an dan mewariskan pengetahuan antargenerasi. Kegiatan mencampur, membentuk, mengukir, serta memoles menjadi bagian dari rangkaian kerja yang diperlihatkan. Artikel ini tidak mengubah demonstrasi tersebut menjadi resep pembuatan bahan.
Pemakaian scagliola juga tercatat pada jam meja buatan James Tregent, sekitar 1780, dalam koleksi The Metropolitan Museum of Art. Katalog mencantumkan scagliola dan perunggu bersepuh sebagai bahannya. Dengan tinggi sekitar 22,2 sentimeter, benda itu memberi contoh penerapan pada perlengkapan ruang yang relatif kecil.
Contoh lain memerlukan pembacaan tanggal yang hati-hati. Sepasang meja samping Inggris yang mengikuti rancangan Matthias Lock ditaksir berasal dari sekitar 1740, tetapi katalog The Met menyebut bagian atasnya sebagai scagliola modern. Tanggal meja tidak boleh otomatis dianggap sebagai tanggal seluruh komponennya.
Perbandingan kedua koleksi itu membuat daftar bahan sama pentingnya dengan penampilan. Nama pembuat, perkiraan tahun, dan bagian pengganti membantu pembaca membedakan teknik, riwayat benda, serta perubahan kemudian. Keahlian meniru kesan batu memiliki sejarahnya sendiri, bukan sekadar persoalan tampak asli atau palsu.
Sumber (diperiksa 17 Oktober 2026 WIB):
V&A, demonstrasi scagliola bengkel Bianco Bianchi, 18 Juli 2025
https://www.vam.ac.uk/articles/the-lost-art-revealed-ancient-scagliola-marble-technique-asmr
The Met, James Tregent, Table or bracket clock, sekitar 1780, nomor 64.101.874
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/203682
The Met, Side table after Matthias Lock, sekitar 1740, dengan bagian atas scagliola modern
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/234881
Foto dokumentasi / ilustrasi: Dokumentasi koleksi The Met: jam meja oleh James Tregent, sekitar 1780, berbahan scagliola dan perunggu bersepuh; nomor 64.101.874. Tanggal pemotretan tidak dicantumkan museum. Bukan meja Warwick Castle atau hasil demonstrasi bengkel Bianco Bianchi.
Pembuat/kredit: The Metropolitan Museum of Art; jam oleh James Tregent, sekitar 1780; Gift of Irwin Untermyer, 1964, nomor 64.101.874.
Halaman foto:
https://www.metmuseum.org/art/collection/search/203682
Lisensi atau dasar izin: Public Domain / CC0 1.0 melalui Open Access The Met.
https://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Perubahan: Orientasi EXIF disesuaikan bila tersedia, ukuran diperkecil bila diperlukan, dan dikodekan ulang sebagai JPEG; tanpa pemotongan, penambahan objek, atau manipulasi isi.
Dasar Open Access The Met:
https://www.metmuseum.org/hubs/open-access
Catatan editorial: artikel seni nonaktual berdasarkan katalog dan materi museum; bukan berita terbaru atau kunjungan redaksi. Perkiraan tahun benda dibedakan dari tanggal foto, dan scagliola modern pada meja samping tidak dianggap asli abad ke-18. Foto utama berstatus Public Domain dan tersedia melalui Open Access The Met/CC0.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan