Berita Pilihan
Budaya

Damar Kurung Mengubah Lentera Menjadi Bidang Cerita Kehidupan Gresik

Redaksi Opinix ·

Lentera Damar Kurung buatan Otak Atek Gresik didokumentasikan oleh Gunarta pada 6 Oktober 2016. Foto diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Lentera Damar Kurung buatan Otak Atek Gresik didokumentasikan oleh Gunarta pada 6 Oktober 2016. Foto diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Foto: Gunarta / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gresik_Damar_Kurung_Lantern.jpg — lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Tulisan ini memperkenalkan Damar Kurung melalui foto lentera buatan Otak Atek Gresik pada 6 Oktober 2016. Foto memperlihatkan satu kreasi; warna, bahan, ukuran, dan cerita pada benda lain dapat berbeda.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gresik menjelaskan Damar Kurung sebagai lentera khas Gresik. Keempat sisinya menjadi bidang gambar yang menyampaikan aktivitas dan kehidupan masyarakat.

Nama itu secara harfiah menggabungkan damar atau cahaya dengan kurung. Fungsi penerangan berjalan bersama fungsi naratif: gambar dapat memuat pasar, nelayan, kegiatan keagamaan, arak-arakan, dan suasana sehari-hari.

Lukisan Damar Kurung lekat dengan Masmundari, seniman Gresik yang mendokumentasikan kehidupan melalui gaya visualnya. Mengakui peran seniman penting agar tradisi tidak direduksi menjadi ornamen tanpa pembuat, ingatan, dan lingkungan sosial.

Situs resmi dinas menyebut Damar Kurung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2017. Penetapan itu melindungi pengetahuan dan praktik budaya, bukan berarti semua benda, desain, atau foto bebas digunakan tanpa memeriksa haknya.

Bahan dan bentuk terus berkembang, termasuk penggunaan kanvas, akrilik, serta konstruksi yang dapat dilipat. Perubahan tidak otomatis menghapus nilai tradisi, tetapi dokumentasi sebaiknya mencatat siapa pembuat, kapan dibuat, bahan, cerita gambar, dan konteks pemakaian.

Membaca Damar Kurung berarti mengikuti adegan pada tiap sisi sambil memahami Gresik sebagai sumber cerita. artikel ini tidak menetapkan tafsir tunggal atas motif dan tidak menyatakan foto 2016 mewakili seluruh tradisi.

Sumber: Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, “Damar Kurung”, 20 Mei 2025, https://disparekrafbudpora.gresikkab.go.id/detailpost/damar-kurung ; Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, “Lampion Damar Kurung”, 6 Maret 2024, https://disparekrafbudpora.gresikkab.go.id/detailpost/lampion-damar-kurung ; Museum Masmundari, https://museum-masmundari.gresikkab.go.id/ (diakses 15 Oktober 2026).

Catatan editorial: artikel evergreen ini disusun Redaksi Opinix dari kanal resmi Pemerintah Kabupaten Gresik, arsip Museum Masmundari, dan foto berlisensi terbuka; bukan berita terbaru, wawancara seniman, atau promosi penjual tertentu.

Baca juga