Berita Pilihan
Seni

Gyotaku Mengubah Rekaman Tangkapan Ikan Menjadi Seni Cetak

Redaksi Opinix ·

Peserta membuat cetak gyotaku ikan steelhead di Dworshak Explorers Summer Camp, 6 Agustus 2024. Foto domain publik; ukuran diubah dan dikonversi dari PNG ke JPEG tanpa pemotongan.
Peserta membuat cetak gyotaku ikan steelhead di Dworshak Explorers Summer Camp, 6 Agustus 2024. Foto domain publik; ukuran diubah dan dikonversi dari PNG ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Angela Feldmann/USFWS, 6 Agustus 2024, domain publik (https://creativecommons.org/publicdomain/mark/1.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Dworshak_Explorers_Summer_Camp_gyotaku_steelhead_print_making_6_August_2024.png

Gyotaku adalah teknik membuat cetakan langsung dari tubuh ikan dengan tinta dan kertas. Smithsonian Ocean menjelaskan bahwa praktik ini berkembang di Jepang pada awal hingga pertengahan abad ke-19 sebagai cara nelayan merekam spesies dan ukuran hasil tangkapan sebelum kemudian berkembang menjadi karya seni.

Pada metode langsung, permukaan ikan dibersihkan dan dikeringkan, sirip ditata, lalu tinta dibubuhkan tipis. Kertas ditempatkan mengikuti bentuk tubuh dan ditekan dengan hati-hati agar sisik, garis, serta bagian sirip tercetak tanpa membuat lembar bergeser.

Catatan awal menggunakan tinta sumi dan kertas yang cukup lentur untuk mengikuti permukaan. Setelah lembar diangkat, mata atau bagian yang tidak tercetak dapat dilengkapi; perkembangan artistik juga menambahkan warna dan unsur lingkungan, meski bentuk ikan tetap menjadi pusat gambar.

University of Hawaiʻi at Mānoa menyebut cetakan ikan tertua yang diketahui berasal dari 1862 dan disimpan di Homma Museum of Art di Jepang. Informasi itu menunjukkan fungsi dokumentasi dan seni berjalan bersama, bukan bahwa semua cetakan memiliki tujuan atau gaya yang sama.

Teknik ini juga dapat dipakai untuk belajar anatomi luar ikan: bentuk sirip, tutup insang, mata, gurat sisi, dan proporsi tubuh menjadi lebih mudah diamati. Jika memakai ikan sungguhan, kebersihan, sumber bahan, penggunaan tinta tidak beracun, dan pemisahan alat dari persiapan makanan perlu diperhatikan.

Foto pendamping memperlihatkan kegiatan mencetak gyotaku ikan steelhead pada Dworshak Explorers Summer Camp, Amerika Serikat, 6 Agustus 2024. Foto tersebut mendokumentasikan praktik pendidikan, bukan proses tradisional nelayan Jepang abad ke-19.

Sumber: Smithsonian Ocean, “Educational Uses of Gyotaku or Fish Printing”, https://ocean.si.edu/conservation/get-involved/educational-uses-gyotaku-or-fish-printing ; University of Hawaiʻi at Mānoa, “Structure and Function — Fish”, https://manoa.hawaii.edu/exploringourfluidearth/biological/fish/structure-and-function-fish ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Dworshak_Explorers_Summer_Camp_gyotaku_steelhead_print_making_6_August_2024.png

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel sejarah teknik seni, bukan berita kegiatan terbaru atau tutorial keamanan pangan lengkap. Foto domain publik diubah ukuran dan dikonversi dari PNG ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga