Berita Pilihan
Budaya

Tenun Ikat Sumba Menyimpan Pengetahuan Motif, Warna, dan Kegunaan

Redaksi Opinix ·

Tenun ikat Kodi dari Sumba Barat Daya, didokumentasikan pada 12 September 2018.
Tenun ikat Kodi dari Sumba Barat Daya, didokumentasikan pada 12 September 2018.
Foto: Foto: Rintobili; lisensi CC BY-SA 3.0; perubahan: dikonversi ke JPEG dan diskalakan — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tenun_Ikat_Kodi,_SBD,_NTT.jpg

Tenun Ikat Sumba dibuat dengan mengikat bagian-bagian benang sebelum proses pencelupan warna. Ikatan menahan warna pada bagian tertentu, lalu susunan benang membentuk motif ketika ditenun menjadi kain.

Data Warisan Budaya Takbenda Indonesia membedakan teknik ikat dan pahikung atau sungkit pada tradisi tenun Sumba Timur. Motifnya kerap mengambil bentuk kuda, ayam, kakatua, manusia, buaya, kura-kura, dan unsur lain yang memiliki nilai simbolik bagi masyarakat.

Bahan serta ukuran benang disesuaikan dengan kegunaan kain. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya mencatat kain untuk pajangan dapat memakai benang katun yang lebih besar, sementara bahan pakaian menggunakan benang yang lebih halus atau sutra.

Warna juga menyimpan pengetahuan tentang lingkungan. Dokumentasi kebudayaan menyebut nila, akar mengkudu, serta daun dan kulit loba sebagai bagian dari bahan pewarna alami yang digunakan perajin di Sumba Timur.

Tenun Ikat Sumba ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2013. Penetapan memberi pengakuan, tetapi keberlanjutan tradisi tetap bergantung pada pewarisan keterampilan, ketersediaan bahan, penghargaan terhadap kerja perajin, dan pencatatan asal kain secara jujur.

Sumber: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, “Tenun Ikat Sumba” https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/tenun-ikat-sumba/ ; Data Warisan Budaya Takbenda Indonesia, objek Tenun Ikat Sumba https://referensi.data.kemdikbud.go.id/budayakita/wbtb/objek/AA000647 ; Direktorat Jenderal Kebudayaan, “Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2014” https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/penetapan-warisan-budaya-takbenda-indonesia-2014/

Catatan editorial: Tulisan ini adalah artikel budaya berbasis dokumentasi pemerintah dan bukan wawancara dengan perajin. Foto memperlihatkan tenun ikat Kodi, Sumba Barat Daya, pada 12 September 2018; berkas dikonversi ke JPEG dan diskalakan.

Baca juga