Kirikane Menata Potongan Foil Emas Menjadi Detail Lukisan dan Lakuer
Redaksi Opinix ·

Foto: Khalili Collections, berkas diunggah 12 November 2020, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Khalili_Collection_Japanese_Meiji_Art_L160L_R.jpg
Kirikane adalah penggunaan potongan tipis foil emas untuk membentuk garis dan pola pada karya seni Jepang. Alih-alih menutup bidang dengan lembaran logam utuh, potongan kecil ditempatkan sebagai rincian yang menangkap cahaya di antara warna dan bahan lain.
Koleksi Metropolitan Museum of Art memberi contoh pada gulungan gantung akhir abad ke-14 yang menggambarkan Shaka, dua bodhisatwa pendamping, dan enam belas dewa pelindung. Museum mencatat tubuh para tokoh dikerjakan dengan perpaduan cat emas serta strip foil emas potong yang disebut kirikane.
Gulungan itu dibuat dengan tinta, warna, emas, dan emas potong di atas sutra. Catatan bahan tersebut penting karena kirikane bukan nama bagi keseluruhan lukisan, melainkan salah satu unsur yang bekerja bersama sapuan warna, garis, kain, dan komposisi keagamaan.
Teknik serupa juga hadir dalam seni lakuer. Satu set kotak dan meja tulis karya Shirayama Shosai dari 1904 atau sebelumnya memakai takamaki-e, hiramaki-e, nashiji, serta rincian kirikane. Koleksi Khalili menyebut motif krisan, bambu, aliran air, dan iris, dengan sejumlah potongan foil perak pada meja tulis.
Dua contoh itu memperlihatkan bahwa istilah kirikane dapat muncul pada media yang berbeda: sutra bergambar dan permukaan lakuer. Karena itu, membaca keterangan bahan pada katalog museum membantu penonton memahami apakah kilau berasal dari cat, bubuk logam, foil potong, atau gabungan beberapa teknik.
Foto pendamping memperlihatkan bagian dalam tutup kotak tulis Shirayama Shosai. Objek dibuat pada 1904 atau sebelumnya, sedangkan berkas foto Khalili Collections diunggah ke Wikimedia Commons pada 12 November 2020 dan kemudian disimpan ulang untuk perbaikan warna pada 17 November 2020.
Sumber: The Metropolitan Museum of Art, “Shaka (Shakyamuni), the Historical Buddha, with Two Attendant Bodhisattvas and Sixteen Benevolent Deities”, https://www.metmuseum.org/art/collection/search/76971 ; Khalili Collections, “Writing-box and Writing-table”, https://khalilicollections.org/collections/japanese-art-of-the-meiji-period/khalili-collections-japanese-art-of-the-meiji-period-writing-box-and-writing-table-l160/ ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Khalili_Collection_Japanese_Meiji_Art_L160L_R.jpg
Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan bukan laporan pameran terbaru. Foto Khalili Collections digunakan menurut CC BY-SA 4.0; gambar hanya diubah ukuran serta dikonversi ke JPEG tanpa pemotongan.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan